Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Mei 2017 | 16.57 WIB

Perjuangan Pelajar Balikpapan Ikuti Ujian di Tengah Banjir

Kawasan Jalan Beller masih terendam air. Pelajar SMP 9 Miftahul Jannah harus naik perahu karet untuk pergi ke sekolah. - Image

Kawasan Jalan Beller masih terendam air. Pelajar SMP 9 Miftahul Jannah harus naik perahu karet untuk pergi ke sekolah.

JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Balikpapan, Minggu malam (7/5) berdampak luas. Tidak hanya mengganggu istirahat sebagian warga yang rumahnya terendam dan melumpuhkan arus lalu lintas, tetapi juga mengganggu belajar anak sekolah yang sedang menghadapi ujian.


Pantauan media ini, dampak paling parah banjir terletak di Jalan Beller yang sudah jadi langganan. Bahkan kawasan RT 31, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota ini terendam lebih dari 24 jam. Sejak pukul 00.00 Wita hingga jelang sore kemarin (8/5). Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, kepolisian, dan relawan sejak dini hari bersiaga.


"Sejak pagi kami telah mengevakuasi 50 pelajar sekolah. Mereka ini perlu penanganan karena sedang mengikuti ujian sekolah. Makanya untuk listrik tetap dinyalakan subuh tadi karena mereka banyak yang belajar. Kalau listrik dipadamkan akan mengganggu belajar mereka," ujar Babinkamtibmas Kelurahan Damai, Suprapto.


Miftahul Jannah, pelajar SMP Negeri 9 Balikpapan misalnya. Pada pukul 09.00 Wita menjadi pelajar terakhir yang dievakuasi oleh petugas BPBD. Bersama ibunya, dia masih mengenakan baju tidur. Rencananya dia akan pergi ke sekolah pukul 10.00 Wita. Baju sekolah dimasukkan ke dalam kantong plastik agar tidak basah.


"Masuk jam 10. Enggak tahu mau ganti di mana. Harus cepat soalnya mau ujian terakhir hari ini. Mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Syukurnya buku-buku tidak ada yang basah jadi masih sempat belajar," ujar Miftahul.


Namun untuk warga lain, disebutkan petugas tidak dilakukan evakuasi. Mereka memilih tetap tinggal di loteng rumah. Sementara yang tidak memiliki loteng, memilih mengungsi duluan sejak malam di rumah saudara atau keluarga terdekat. Dari data yang diperoleh, ada 125 rumah dan 300 kepala keluarga yang terkena dampak banjir di Jalan Beller ini.


"Selain merendam rumah, hujan juga merendam kendaraan warga. Bahkan tadi malam (kemarin) sempat dilakukan evakuasi seorang ibu yang pingsan karena syok terjebak di dalam mobil. Beruntung sopir cepat tanggap segera melakukan pertolongan dan membawanya ke RSUD," sebut Kasi Tanggap Darurat Evakuasi Korban dan Kebakaran BPBD wilayah Selatan, Suprayitno. 


Dirinya menyebut dua orang petugas BPBD menemukan posisi mobil terseret dan terjebak di tengah lahan. Dengan kondisi penuh dengan pasir dan lumpur. Selain itu, petugas juga mengevakuasi mobil mogok di kawasan jalan MT Haryono yang biasa jadi langganan banjir juga. "Cakupan banjir cukup luas. Untuk di Jalan Beller sendiri ketinggian air mencapai leher orang dewasa," tambahnya. 


Bukan hanya di Jalan Beller, kawasan Gang Mufakat, Kelurahan Damai Bahagia RT 03 juga tak jauh berbeda. Ketua RT 03, Yusran menyebut selama banjir di wilayahnya, ada 98 rumah terendam. Sementara 70 rumah di antaranya terendam hingga ketinggian air 1 meter. Namun masyarakat sudah waspada dan mayoritas mempunyai loteng untuk berlindung. "Jadi warga kami tidak evakuasi ke mana-mana. Hanya saja kegiatan harian terganggu. Seperti tidak bisa memasak," ungkapnya. (*/ane/rdh/rsh/k18/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore