Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Mei 2017 | 16.36 WIB

Ketahuan Main Tiket, Pramugara Dipecat

Penumpang bus Trans Metro Pekanbaru baru turun dan akan naik di Halte Ramayana Jalan Jendral Sudirman. - Image

Penumpang bus Trans Metro Pekanbaru baru turun dan akan naik di Halte Ramayana Jalan Jendral Sudirman.

JawaPos.com - Dua orang pramugara bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) ketahuan "main" tiket oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru. Tak ayal permainan gelap itu berujung pada pemutusan hubungan kerja terhadap mereka. Akibat permainan gelapnya itu pendapatan Dishub dari operasional TMP mengalami kebocoran.


Kepala Bidang Pengelolaan Pengawasan Angkutan Perkotaan (PPAP) Dishub Kota Pekanbaru, Wisnu Haryanto mengatakan, pihaknya kini tengah membuat surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi dua karyawan bus TMP tersebut.


"Kita lagi membuat surat PHK untuk mereka, setiap pramugara/i yang kedapatan menggelapkan tiket lansung kita pecat," ungkap Wisnu.


Dijelaskan Wisnu, penggelapan tiket yang dilakukan pramugara umumnya dengan cara di antaranya, penumpang yang naik bus TMP diminta uangnya akan tetapi tidak diberikan tiket. Sehingga penumpang tersebut tidak termasuk dalam pemasukan. Kemudian dengan cara mengambil tiket penumpang turun lalu menjual kembali kepada penumpang baru.


"Kedua pramugara tersebut kedapatan menggelapkan tiket pada, Senin (1/5) lalu, maka lansung diberikan tindakan," ujar Wisnu.


Pemecatan terhadap awak TMP ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Dishub Kota Pekanbaru. Sebelumnya institusi tersebut juga memecat sembilan karyawan bus TMP. Semuanya terdiri dari  tiga pramudi dan enam pramugara/i.


"Dari awal tahun sudah sembilan yang kita pecat, tambah dengan ini bila ditotalkan sudah 11 orang. Kalau pramudi dipecat lantaran ugal-ugalan membawa bus, sedangkan pramugra umumnya menggelapkan tiket," paparnya.


Untuk menimalisir terjadi penggelapan tiket bus TMP, Wisnu menghimbau penumpang setiap melakukan pembayaran agar meminta bukti tiket kepada pramura/i dan pastikan tiket tersebut baru dirobek dari bonggol tiket.


Ditambahkan dia, pastikan nomor seri tiket tidak jauh beda dengan nomor seri penumpang lainnya. "Penumpang kita minta agar meminta tiket setelah membayar, pastikan tiket itu baru dirobek pramugra/i dari bonggolnya. Jika tidak diberikan tiket maka jangan membayarnya," imbaunya. (*3/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore