
KORBAN PERAMPOKAN: Budiono, 49, pemilik kios obat dan pupuk dimintai keterangan di Polsek Jenggawah.
JawaPos.com - Kawanan perampok di Jember makin nekad. Mereka tak canggung melukai korban yang berniat menghalang-halangi aksi jahatnya. Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 (28/4), lima perampok menyatroni kios milik Budiono, 49, warga perumahan Mojopahit, Kelurahan Sempusari, Kaliwates. Kios yang terletak di Dusun Krajan, Desa Klompangan, Ajung itu menjual obat-obatan dan pupuk. Dofir, penjaga malam di kios tersebut, dilumpuhkan sebelum kawanan perampok itu men jarah seluruh isi kios.
Dari hasil keja hatan itu, barang- barang berharga milik korban amblas dibawa kabur pelaku. Diantaranya, brankas isi uang tunai Rp 39 juta, 12 BPBK mobil dan sepeda motor, sertifikat tanah, 50 gram perhiasan (gelang, anting, dan kalung). Bahkan tiga sepeda motor juga mereka bawa. Yakni sebuah motor baru jenis Nmax, motor Trail Kawasaki dan 1 unit sepeda motor Honda Sonic. Tak ketinggalan, 2 buah layar monitor dan sebuah CPU CCTV juga mereka sikat.
Data Jawa Pos Radar Jember dari lokasi kejadian menyebutkan, lima perampok itu semuanya memakai cadar (penutup muka). Mereka masuk ke dalam kios Budiono dengan cara melompat pagar belakang kios. Setelah masuk, mereka mendekati Dofir, 35, penjaga malam yang sedang duduk-duduk di teras depan toko. Dofir yang kaget tak berkutik saat para pelaku langsung melumpuhkannya. Saat kedua tangannya akan diikat ke belakang dengan sebuah tali kawat, dia berusaha memberi per lawanan. Nah, di sinilah salah satu perampok yang membawa celurit menyabetkan senjata tajam tersebut, dan mengenai kepalanya.
Dofir pun tak berkutik. Apalagi ketika mata dan mulutnya juga di lakban. Dia lantas didorong dengan posisi tengkurap di lantai. Selanjutnya setelah menyekap waker itu, empat pelaku lain masuk ke dalam kios dengan cara merusak kunci gembok pintu jenis harmonika. Sementara satu pelaku yang bersenjata celurit tetap siaga menjaga Dofir yang sudah diikat kawat. Di dalam kios, para pelaku mengacak- acak meja untuk mencari benda berharga. Mereka juga me ngacak kamar tidur dan mengeluarkan seluruh isi pakaian yang ada di dalam kamar tersebut.
Di dalam kamar korban inilah, kawanan perampok berhasil me nggasak perhiasan emas mulai dari kalung, gelang dan cincin seberat 50 gram. Setelah semua kamar diobrak-abrik, kawanan pelaku langsung menuju ruang brankas untuk menyimpan uang. Dofir yang tak berkutik hanya bisa mendengar kegaduhan para perampok di dalam kios itu. Dia juga mendengar sebuah brankas dicongkel-congkel.
Namun karena tak berhasil membuka penyimpanan uang itu, maka brankas di dorong keluar kamar, dan kelihatannya diangkat ke atas mobil yang sudah disiapkan oleh kawanan perampok itu. ”Saya tak berkutik. Hanya bisa men dengar aksi mereka saja,” ucapnya. Sampai pagi hari, Dofir pun hanya terdiam sambil merintih kesakitan, karena darah terus mengucur dari kepalanya. Kejadian itu baru diketahui pagi hari, setelah Budiono (pemilik kios) datang sekitar pukul 06.30.
Budiono curiga melihat pintu pagar depan sudah dalam kondisi terbuka lebar. Pada saat mau masuk ke dalam, dia melihat Dofir, 35, penjaga malam sudah dalam kondisi tengkurap dengan mulut dilakban dan kedua tangan diikat ke belakang. Budiono pun langsung menghubungi petugas Polsek Jenggawah. . ”Saat polisi datang, Dofir masih dalam kondisi tangan terikat kawat dan mulut dilakban termasuk mata,” ujar AKP Udik Bu diarso, Kapolsek Jenggawah, Jumat (28/4).
Dari hasil olah TKP, pelaku masuk ke dalam areal kios dengan cara melompat pagar dengan memakai sebuah tangga. ”Untung Budiono segera datang. Dofir ini mengalami luka bacok dan mata serta mulut dilakban. Kalau lama datang, mungkin nya wa Dofir sudah tidak tertolong. Karena beberapa jam mulut dan hidung nyaris tertutup lakban. Dia agak sulit bernapas,” jelas Kapolsek. Apalagi darah terus mengalir dari kepala yang kena bacok. Dofir yang mengalami luka bacok selebar 5 centimeter langsung dilarikan di IGD Puskesmas Klompangan. Sedangkan Budiono dan keenam karyawan kios lain (yang saat kejadian tidak berada di lokasi) juga dimintai kete rangan. (jum/c1/hdi/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
