Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 April 2017 | 11.15 WIB

Kasihan! Tulang Bocah Ini Mudah Patah, Kakinya Gampang Melengkung

Kondisi Fahri - Image

Kondisi Fahri


JawaPos.com - Sungguh mengenaskan. Di saat anak seusianya bermain, Fahri (12) justru banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur. Sejak lima tahun terakhir, dia tergolek di rumahnya lantaran menderita penyakit tulang.   


Penyakit yang diderita Fahri sungguh ironis. Sejak usia 5 tahun Fahri terserang Osteogenesis Imperfecta yakni penyakit kelainan genetik. Akibat penyakit tersebut, Fahri mudah patah tulangnya dan tak jarang tiba-tiba tulang patah tanpa sebab.


Fahri sendiri terlihat ceria, meski  menderita penyakit langka yang membuat tulangnya rapuh. Secara fisik, Kondisi fisik Fahri terlihat memprihatinkan, tulang kering kaki kanannya tampak melengkung, bahkan bagian lututnya terlihat gepeng dan kerap mengeluarkan darah. 


"Tubuh Fahri tak bisa menyerap kalsium, sehingga harus ada asupan kalsium tambahan yang harus di suntikan ke tubuhnya," kata Sri Astati Nursani (32), atau yang akrab disapa Sani, Jumat (31/3).


Dikatakannya, untuk sekali suntik sebulan sekali, Sani, harus mengeluarkan biaya Rp3, 8 juta/bulan. Sani sendiri hanya seorang penjual tisu di kawasan mesjid Istiqomah Jalan Citarum Bandung. Efek dari obat suntik ini, kini menyerang lambung dari Fahri, dokter mengharuskan untuk operasi sesegera mungkin.


Menurut Sani, awal diketahui Fahri menderita penyakit langka ini adalah saat terjatuh ketika usianya empat tahun. Saat itu, kaki kanannya patah pada bagian tulang kering, padahal tak terjadi benturan keras saat ia itu terjatuh.


Sempat dibawa ke rumah sakit, namun kondisi Fahri tak kunjung membaik. Pengobatan ahli patah tulang tradisional juga tak berhasil. 


Penyakitnya baru diketahui saat usia lima tahun, usai diperiksa di salah satu rumah sakit di Kota Bandung. Namun saat itu belum ada obat yang bisa menyembuhkannya.


"Beberapa tahun kemudian, ternyata obat untuk Fahri ditemukan. Dibuat di luar negeri, harga obat itu harus dibeli seharga Rp15-16 juta untuk sekali suntik sebulan sekali," tuturnya sedih.


Semula, obat itu tidak di-cover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sehingga Sani harus bekerja keras untuk mencari biaya pengobatan, rumahnya pun terpaksa dijual.


"Saya berusaha sendiri, karena ayah Fahri pergi entah kemana. 


Bagi masyarakat yang ingin membantu Fahri, uluran tangan bisa disalurkan ke BCA 7750354399 a.n Chattra Pradipta Konfirmasi donasi: 08977193332 - Chattra


Atau dapat juga bisa datang secara langsung ke kediaman Fahri atau Ibu Sani di Jl Desa Cipadung No 82 Rt 03/ 03 Ds Cibiru, Bandung, dengan kontak 089616939634.(nif/rmol/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore