Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Maret 2017 | 10.30 WIB

Ternyata Premium Bukan Lagi BBM Bersubsidi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Selama ini masyarakat menilai bensin jenis premium adalah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, walaupun harganya mengalami perubahan pada waktu tertentu.


Ternyata BBM subsidi itu sudah tidak lagi. Premium diketagorikan sebagai bahan bakar penugasan. Hal itu membuat pasokan premium di Kota Batam tidak mengalami penambahan, kendati pun kebutuhannya meningkat.


Officer Comunication dan Relation Pertamina area Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Arya Yusa Dwicandra mengatakan, saat ini kuota premium di Kota Batam sebanyak 450 kilo liter (KL) per hari. Angka tersebut merupakan angka lama karena premium bukan lagi bahan bakar subsidi, namun bahan bakar penugasan. Keputusan ini seiring terbitnya Peraturan Presiden 191/2014 tentang pendistribusian dan harga jual BBM.


"Dulu waktu subsisidi jelas berapa yang akan disalurkan kuotanya, sekarang ini nggak lagi, jadi acuannya udah kemana-mana, mau tak mau kita pakai yang lama," kata Arya, seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Kamis (30/3).


Dia menilai kuota 450 kiloliter premium untuk Batam masih memenuhi kebutuhan. Sementara itu, terkait kelangkaan premium beberapa waktu lalu, Arya mengatakan disebabkan oleh masalah bongkar muat kapal ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM). "Kemarin, bongkar muatnya waktu jam-jam sibuk pengiriman penyaluran. Ke Batam juga sering karena cuaca," ucapnya.


Akibatnya, pasokan premium ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga terlambat. Walau demikian, katanya, keadaan ini tak mempengaruhi rata-rata penyaluran harian Batam, yakni 450 kilo liter (KL) per hari. "Sama saja, terganggu masalah waktu saja. Terkendala retase pertama, kita salurkan retase berikutnya," terangnya.


Sementara pasokan ke SPBU, Arya meyebutkan tidak ditentukan melainkan tergantung permintaan SPBU. Jika stok mencukupi, pihaknya kan terus menyalurkan ke SPBU terkait. "Jika yang diminta 8 atau 16 KL, ini tergantung SPBU. Tiap SPBU beda-beda yang diminta, kita tidak batasi," pungkasnya.


Dia juga menampik, kelangkaan premium karena pertalite, mengacu ke Kepres 191 pihaknya akan terus melakukan penyaluran. "Pertalite itukan, kita hanya berikan pilihan ke masyarakat. Kalau masih ada yang mau premium, kita akan tetap jual premium," pungkasnya. (cr13/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore