
Manager PLN AP2B Ricky Cahya Andrian menunjuk jaring pengaman yang koyak terbakar akibat korslet karena kawat layangan di lokasi Gardu Induk PLTD Siantan yang menjadi pusat gangguan, Rabu (22/3).
JawaPos.com - PT PLN Wilayah Kalbar membantah bahwa pemadaman yang terjadi Selasa (21/3) kemarin disebabkan karena defisit daya. Justru, saat ini dayanya surplus.
Dengan telah diresmikannya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTH) di delapan lokasi di Kabupaten Mempawah oleh Presiden RI Joko Widodo baru-baru ini, kondisi daya PLN Kalbar mengalami surplus hampir sebesar 126 MW.
"Padamnya listrik di Pontianak dan Kubu Raya tidak ada hubungannya dengan suplai daya. Bukan karena difisit daya. Tapi karena adanya gangguan pada sistem jaringan transmisi," kata Manager PLN AP2B (Area Penyaluran dan Pengatur Beban) Ricky Cahya Andrian, Rabu (22/3) di lokasi Gardu Induk (GI) PLTD Siantan yang menjadi pusat gangguan.
Dia menyampaikan, gangguan sistem jaringan transmisi tersebut berawal dari layangan putus berkawat yang nyangkut di jaring pengaman dan merusak sistem jaring konduktor di Gardu Induk (GI) Siantan. Sehingga, terjadilah pemadaman listrik yang pada tiga waktu, yakni pukul 7.53 Wib, pukul 11.24 Wib dan 12.30 Wib pada Selasa kemarin. "Konduktor punya saya itu rantas, urat-urat kawatnya terburai akibat adanya layangan yang masuk ke dalam jaring,” terangnya.
Mungkin saking tajamnya kawat itu mengikis, kata dia, jaring pengamannya bolong. “Bisa dibayangkan, dalam kondisi tegangan 150 KV, apinya seperti apa dan bunyi ledakannya seperti apa," ujarnya.
Dengan adanya korslet pada jaring tersebut, secara teknis sistem pengamanan otomatis menghentikan pasokan listrik. Akibatnya, terjadilah padam listrik di beberapa jalur yang menginduk ke GI Siantan seperti jalur Jalan Budi Utomo, 28 Oktober, Selat Panjang, HH Sabran, Panglima Aim dan sekitarnya. Kemudian di jalur wilayah Sungai Raya, Sungai Ambawang, Kubu Raya, Ahmad Yani I, Ahmad Yani II dan sekitarnya.
Secara sistem pihaknya bisa melakukan penormalan kembali selama 30 menit. Tapi mungkin saja pemadaman yang diterima masyarakat bisa lebih dari itu, satu sampai dua jam. “Karena jaringan distribusi kita memang panjang dan bercabang, sehingga padamnya agak lama," jelasnya.
Adapun solusi yang dilakukan, yakni memperbaiki jaring penghalang yang robek akibat kawat layangan tadi dengan cara menambal atau menyulam. Kemudian melapisinya dengan menambah jaring baru. Pengaman layangan menggunakan jaring ini telah dilakukan pihak GI Siantan sejak 2014 silam.
Bahan jaring dipilih berjenis sintetis menyerupai benang pancing yang tahan terhadap cuaca. Pengerjaan perbaikan ini bisa makan waktu sekitar seminggu. "Ini memang masalah klasik, layang-layang ini persoalan yang uncotrollable force. Jadi kita ingin ini benar-benar ini didukung, agar masyarakat jangan bemain layangan lagi," imbaunya.
Agar kejadian sama tidak terulang, selain kepada masyarakat pihak PLN turut melakukan sosialisasi kepada para pemilik bengkel motor dan sepeda agar tidak menjual kabel bekas kopling yang bisa digunakan untuk bermain layangan. “Sosialisasi ini sudah berjalan dua minggu,” ucapnya.
Kalau mereka masih jual atau memberi cuma-cuma ke masyarakat untuk main layangan, menurut Ricky berarti sama saja bengkel mendukung pemadaman listrik di Pontianak. “Selain itu, kita juga mendekati kepolisian, bagaimana kepolisian bisa mengeluarkan imbauan untuk tidak menjual kawat untuk layangan," kata Ricky.
Solusi jangka pendek, membongkar pasang jaring pengaman konduktor jika terjadi gangguan akibat layangan, PLN Wilayah Kalbar juga akan membangun GI dalam ruangan (indoor). GI yang diberinama Gas Insulated Subatation (GIS) Cemara ini untuk mengantisipasi gangguan sejenis untuk jangka panjang. Proyek ini direncanakan akan selesai pada 2019.
"Ini juga salah satu program Pak Jokowi (Presiden RI) terkait rencana (kebutuhan daya) 35 ribu GW dan 46 ribu KMS. Mudah-mudahan, sebelum periodenya berakhir ini sudah diresmikan," jelasnya.
GIS Cemara, lanjutnya, akan dibangun di bekas kantor PLN lama atau PLN Cemara di Jalan Sulung Lulanang dekat Pontianak Mall. Proses pembangunan ini membutuhkan waktu selama dua tahun. Setahun untuk pembangunan dan satu tahunnya lagi untuk delivery order material.
"Bedanya, gardu induknya di dalam gedung atau gardu induk indoor lah. Saat ini kami masuk pada tahap permohonan izin ke Pemkot Pontianak untuk melakukan penanaman kabel dalam tanah atau undergroud kabel (UGC) 150 KV," paparnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
