
PARAH: Abdul Sani, salah seorang di antara dua pelaku spesialis bobol rumah, digelandang ke Mapolres Mojokerto.
JawaPos.com- Junaedi alias Didik, 40, maling spesialis pembobol rumah asal Semampir, Kota Surabaya, tewas dihajar massa Rabu (15/3). Di kening dan dadanya ada dua bekas luka tembak senapan angin. Pria penuh tato di betis kanan itu tertangkap basah mencuri dompet Sunali, pensiunan TNI-AD yang tinggal di Dusun/Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
Dalam aksinya, pelaku tidak sendiri. Didik bekerja sama dengan Abdul Sani, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sani kini dalam kondisi kritis dan dirawat di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari setelah ikut dihakimi warga.
Siti Mukhlisah, 49, istri Sunali, menyatakan, pencurian terjadi pada Rabu (15/3) pukul 10.00. Dia memergoki Sani berada di dalam rumahnya. ’’Saya lihat pelaku keluar dari kamar,’’ ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto di rumahnya.
Melihat orang asing, Siti lantas berteriak maling. Pelaku yang dalam kondisi panik sempat menantang, lalu mengancam korban. Namun, Siti tak keder. Dia justru melempar muka pelaku dengan menggunakan handphone yang dibawa. ’’Saat itu juga saya lari lewat pintu samping, sedangkan pelaku keluar dari pintu depan. Tapi, saat membuka pintu dia agak kesulitan,’’ ungkapnya.
Untuk mengelabui warga, Sani berpura-pura berjalan santai ke utara. ’’Warga juga mendengar teriakan saya. Tapi, warga bingung, yang mana pelakunya,’’ tuturnya.
Sembari menunjuk ke arah pelaku, Siti kembali meneriaki Sani sebagai maling. Teriakan tersebut lantas mengundang perhatian warga yang langsung mengejar. Sementara itu, Didik, pelaku lain yang menunggu di ujung gang, mengendarai Honda Beat nopol L 5839 FG. Dia menjemput Sani dan kabur ke utara. Nahas, usaha mereka gagal setelah warga berhasil menangkap keduanya di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari.
’’Yang diambil dompet saya, ada uang di dalamnya. Kalau nggak salah, Rp 3 juta sampai Rp 4 juta,’’ jelas Siti.
Memang, aksi kejar-kejaran antara warga dan pelaku sempat terjadi. Sani sempat bersembunyi di rumah Saimun, 90, warga Dusun Gempol Malang, Desa Kedunggempol. Di dalam rumah itu, pelaku mengancam Saimun jika memberi tahu warga. ’’Tapi, Pak Saimun langsung keluar dan mengode warga sambil menunjuk ke dalam rumahnya,’’ terang Kepala Dusun Gempol Malang Samsul Irais.
Sementara itu, Didik yang berlari ke areal persawahan lebih dulu jadi sasaran warga. ’’Pelaku yang gondrong (Didik, Red) sempat mengayun-ayunkan celurit ke arah warga,’’ tuturnya. Namun, ancaman tersebut justru membuat warga semakin gerah. Setelah dilumpuhkan, Didik akhirnya menjadi sasaran amuk massa.
’’Warga tidak bisa dikendalikan. Keduanya babak belur. Seorang meninggal karena mengalami luka parah di wajah dan dada,’’ katanya.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso mengungkapkan, dua pelaku spesialis curat itu sudah dievakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. ’’Seorang meninggal, seorang pelaku dalam kondisi kritis,’’ ucapnya.
Berdasar hasil pemeriksaan tim medis, pelaku tewas, Didik, terkena tembakan di bagian kening dan dada. ’’Ada dua luka tembak senapan angin. Diduga, korban tewas karena luka tembak di bagian dada,’’ katanya.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, sebilah celurit, sangkur, pisau, serta kubut yang biasa digunakan mencongkel pintu rumah sasaran. Ada juga satu unit handphone dan uang Rp 545 ribu. ’’Kalau dari barang bukti yang diamankan, pelaku merupakan spesialis bobol rumah kosong,’’ jelasnya.
Selama pemeriksaan dan identifikasi, kedua pelaku diketahui tidak membawa identitas apa pun. Hanya, dari hasil scanning sidik jari mambis, identitas pelaku terkuak.
Budi menegaskan, dari hasil olah TKP, pelaku memasuki rumah korban melalui pintu depan. Saat itu pintu tidak dalam kondisi terkunci. ’’Dari keterangan warga, sejak pagi, pelaku mondar-mandir di depan rumah korban,’’ pungkasnya. (ori/ris/c22/end)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
