
Mayat Korban saat berada di RSUD dr Soebandi, Jember.
JawaPos.com – Aksi penembakan yang didahului dengan percekcokkan di Jalan Raya Sultan Agung, berujung pada tewasnya seorang mahasiswa, sekitar pukul 01.45, Sabtu dini hari (11/3). Korban yang diketahui bernama Dedy, 25, langsung terkapar bersimbah darah di jalan. Penembaknya langsung kabur.
Korban yang berasal dari Bima, NTB, tercatat sebagai mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember.
Saat terjadi penembakan, korban bersama seorang anggota polisi Bondowoso, yang juga asal Bima. Saat ini, teman korban yang diketahui bernama Rama, masih diperiksa di Polres Jember sebagai saksi.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, sebelum terjadi peristiwa penembakan itu, Rama turut terlibat pertengkaran dengan pelaku penembakan. Sejumlah saksi di tempat kejadian, menyebut mobil penembak Suzuki Swift, velg warna pink dengan knalpot brong. “Terjadi pepet-pepetan kendaraan. Mereka emosi, sampai cekcok dan terdengar letusan senjata api,” kata Tono, salah seorang saksi di tempat kejadian.
Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, kepada wartawan mengatakan, bahwa menjelang kejadian korban Dedy berboncengan dengan Rama, dari arah barat ke arah Alun-alun. Namun saat berada di Jalan Raya Sultan Agung, mereka berdua terlihat kejar-kejaran dengan mobil yang dikendarai penembak. Polisi belum memastikan mobil pelaku. ‘’Kami masih mengumpulkan informasi secara menyeluruh. Termasuk mendapatkan semua kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian,’’ katanya.
Jenis senjata apa yang digunakan pelaku, Kapolres belum berani menyebut jenisnya meski proyektil pelurunya sudah diangkat dari kepala korban. Sebab secara prosedural, untuk menentukan jenis senjata api yang digunakan pelaku, harus diuji terlebih dahulu di laboratorium forensik. “Harus diuji dulu. Proyek tilnya sudah dikirim ke Surabaya,” paparnya.
Soal pelarian pelaku, Kapolres menerima informasi lari ke arah Arjasa. Pihaknya menduga pelaku kabur ke luar daerah sekitaran Bondowoso. “Bisa jadi kaburnya ke Bondowoso,” katanya. Masih kata kapolres, korban mengalami luka tembak di rahang sebelah kanannya. Bahkan peluru nyaris tembus di kepalanya.
Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Jember di sekitar kamar mayat RSD Soebandi, tampak ada sejumlah prajurit TNI yang ru panya ikut menjaga mayat korban. Mereka berseragam. Mes ki juga ada yang tidak berbaju doreng. Selain TNI, beberapa po lisi juga tampak di sana. Bah kan, Kapolres Jember juga sempat mendatangi kamar mayat ter se but. Menurut sumber Jawa Pos Radar Jember, rupanya korban adik kandung seorang tentara yang pernah bertugas di Batalyon Raider 515 Tanggul. Kakak korban yang tentara bernama Serda Sari fudin. (rul/ras?JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
