Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Februari 2017 | 18.46 WIB

Gerakan #BDGHantamHoax untuk Proteksi Informasi

Gerakan #BDGHantamHoax untuk Proteksi Informasi - Image

Gerakan #BDGHantamHoax untuk Proteksi Informasi

JawaPos.com – Pemerintah Kota Bandung mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama melawan keberadaan informasi hoax. Untuk memproteksinya, Pemkot Bandung pun mendeklarasikan #BDGHantamHoax sebagai pengingat kepada masyarakat arti penting membedakan kebenaran dan kebohongan.

”Di zaman sekarang banyak informasi yang tersebar bebas tanpa filter terlebih dahulu. Makanya dengan #BDGHantamHoax, kita mengajak masyarakat untuk melawan keberadaan informasi bohong atau lebih dikenal dengan hoax,” tutur Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil usai deklarasi di Alun-alun Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, kemarin (20/2).

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, fenomena di era digital menjadi sebuah masalah baru. Sebab, semua orang bisa memproduksi informasi dan menyerbarluaskan kabar tersebut tanpa mempertimbangkan perimbangan dan tanggung jawab.

Netizen-sapaan untuk warga media sosial—kerap mengonsumsi berita tanpa mencermati apa yang sebenarnya terjadi. Termasuk mencermati fakta-fakta yang ada dalam kabar tersebut. ”Walhasil, berita itu ditelan mentah-mentah tanpa ditelaah,” ucapnya.

Aksi #BDGHantamHoax mengerucut pada poin deklarasi yang disepati oleh semua lapisan masyarakat. Pertama, warga Kota Bandung, menyatakan sikap menentang segala bentuk hoax yang dapat merusak perdamaian dan tatanan sosial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kedua, warga Kota Bandung menolak penyebarluasan hoax dalam bentuk apapun dan melalui media manapun. Ketiga, warga Kota Bandung menolak hoax dan segala bentuk penyalahgunaan media sosial yang merusak nilai-nilai humanity, responbility, friendship, enligtenment dan harmony.

Keempat, warga Kota Bandung mendukung penggunaan media sosial yang positif dan bermanfaat. Terakhir namun tidak kalah penting, warga Kota Bandung siap Hantam Hoax. ”Gerakan ini dari masyarakat Bandung, persembahan untuk perdamaian dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Komisi Penyiaran Indonesia Yuliandre Darwis mengingatkan, semua lapisan masyarakat yang update dalam mengonsumsi informasi untuk bersama-sama melawan keberadaan hoax. ”Di sini ada spirit. Ini bukan hanya urusan pemerintah, artis, maupun akademisi. Setiap copy-paste sering dilakukan dengan sembarangan tanpa disaring terlebih dahulu,” tegasnya. (dn/rie/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore