
Ilustrasi
JawaPos.com - Pemerintah Kota Padang meriah penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) atas keberhasilan kota tersebut menata transportasi di kota tersebut.
Akan tetapi penghargaan sepertinya tidak sejalan dengan fakta yang ada. Bukti sejumlah ruas jalan utama masih saja dijadikan tempat parkir. Padahal telah terpasang rambu-rambu lalu lintas.
Pantauan Padang Ekspres (Jawa Pos Group) sejumlah kendaraan terlihat masih terparkir di sejumlah titik di ruas jalan Khatib Sulaiman dan di depan Fakultas Kedokteran di kawasan Jati.
Kondisi itu nyaris terjadi sepanjang hari kerja, Senin sampai Jumat. Sejumlah kendaraan masih banyak yang parkir di badan jalan. Keberadaan kendaraan roda empat yang mengular di badan jalan itu mengakibatkan kemacetan lalu lintas. “Dishub harus tegas, jangan hanya angat-angat taik ayam saja saat penertiban. Karena parkir di badan jalan dapat memicu terjadinya kecelakaan,” ujar Novri, 30, warga Andalas, Padang Timur, Minggu (5/2).
Menurut dia, sebaiknya Dishub menyiagakan sejumlah petugasnya di jalan-jalan yang biasanya dijadikan tempat parkir oleh pengendara. Jika ada petugas, pengendara tidak akan mau memarkirkan mobilnya di badan jalan.
Sama halnya dengan Sony, 41, warga Kototangah. Dia menuturkan, masih maraknya kendaraan yang parkir di badan jalan disebabkan tidak tegasnya aparat terkait dalam memberikan sanksi. “Dishub jangan takut untuk mengambil tindakan, karena kalau dibiarkan, akan memicu terjadinya kemacetan dan kecelakaan,” katanya.
Sementara itu, Pengamat Transportasi Unand, Yosafra mengatakan, menurut undang-undang yang berlaku, yang boleh parkir hanya di jalan kota. Sementara di jalan nasional dan provinsi, tidak dibenarkan. Yang terjadi di Padang selama ini, banyak badan jalan yang dipakai untuk parkir kendaraan.
Dia meminta petugas Dishub untuk menjelaskan ke masyarakat tentang lokasi yang boleh dijadikan tempat parkir kendaraan. Jika lokasi tersebut tidak diperbolehkan, mestinya harus ada tanda-tanda yang dipasang, seperti marka berwarna kuning, rambu yang menyatakan dilarang parkir dan sebagainya. ”Bila hal tersebut sudah ada, maka lokasi tersebut tidak dibolehkan untuk memarkirkan kendaraan,” ujarnya. (w/iil/JPG)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
