
Warga Dusun Cepiring, Desa Cepiring, resah dengan serangan ulat bulu yang menyerang permukiman.
JawaPos.com - Warga di Dusun Cepiring Timur, Desa Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, resah dengan keberadaan sarang koloni ulat bulu yang berada di lingkungan permukiman sejak sepekan terakhir. Ulat tersebut menyebabkan gatal dan panas jika menempel di kulit. Saat ini, wabah sudah masuk ke rumah-rumah warga.
Pantauan Radar Pekalongan (Jawa Pos Group), serangan ulat bulu masuk ke rumah warga pada pagi hingga siang hari. Selain menjijikan, hama ulat bulu juga membuat rasa gatal jika menempel pada kulit. Belum diketahui secara pasti penyebab serangan ulat bulu.
Keberadaan ulat bulu itu membuat aktifitas warga menjadi terganggu, karena harus sering membersihkan rumah dan memusnahkannya setiap hari. Meski begitu, serangan ulat bulu kembali datang pada keesokan harinya.
Warga membersihkan ulat-ulat bulu yang menempel pada dinding atau lantai rumahnya. Setelah terkumpul, ulat dibuang. Tidak hanya itu, warga juga menggunakan cara sederhana untuk membasmi hama ulat bulu dengan dibakar. Cara itu diharap bisa membasmi ulat bulu lebih mudah dan cepat mati agar tidak menyebar ke rumah maupun pohon yang lainnya.
Salah seorang warga, Anshori, mengatakan, wabah ulat bulu yang terjadi di dusunnya sudah terjadi sejak satu pekan. Warga belum mengetahui secara pasti sarang dari koloni ulat bulu itu berada. Bahkan ulat bulu-ulat bulu itu sudah masuk ke rumah-rumah warga.
"Gatal kalau ulat bulu sampai merambat di kulit. Kami, warga resah dan sudah cari sumber sarang ulat bulunya di pohon-pohon yang ada di permukiman tapi belum ketemu. Kecurigaan kami, sarangnya ada di dalam pabrik gula. Tapi kami tak bisa melapor, karena posisi PT IGN tidak aktif," kata dia, Selasa (31/1).
Sementara itu, perangkat Desa Cepiring, Erna, mengungkapkan, pihaknya dengan Dinas Pertanian sudah melakukan pembasmian ulat bulu dengan penyemprotan menggunakan insektisida. "Kemudian juga menggerakkan warga untuk kerja bakti melakukan penebangan pohon-pohon dan membakarnya," ungkap dia.
Upaya pemberantasan dengan penyemprotan insektisida yang dilakukan dinas pertanian dinilai masih belum maksimal. Sehingga hal itu yang membuat pemerintah Kabupaten Kendal terus melakukan kordinasi untuk memberantas penyebaran ulat bulu yang terus mengganas.
(nur/yuz/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
