
KH Makhtum Hannan
JawaPos.com - Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) berduka. Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, KH Makhtum Hannan, meninggal dunia, Sabtu (21/1) pagi. Ulama kharismatik itu meninggal di usia 79 tahun.
Almarhum adalah anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) saat Muktamar Ke-33 NU di Jombang. Dalam struktural Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Makhtum Hannan menjabat sebagai Mustasyar (Dewan Pansihat) PBNU.
Informasi yang dirangkum Radarcirebon.com (Jawa Pos Group), KH Makhtum wafat di kediamannya sekitar pukul 07.30 WIB. Saat ini berita kepulangan almarhum menyebar viral lewat medsos.
“Innalillahi Wainna ilaihi rojiun. Keluarga besar NU berduka mendalam atas berpulangnya KH Makhtum Hannan. Allahummagfirlahu warhamhu,” cuit salah satu akun resmi tiwitter Nahdlatul Ulama.
Menurut Jamaludin Mohammad, salah satu kerabat almarhum, KH Mahtum Hannan wafat karena sakit mag kaut yang sudah lama dideritanya. Sebelum wafat, almarhum sempat dirawat di RSUD Arjawinangun, Cirebon, selama dua hari Sabtu-Minggu (14-15/1).
“Yang pasti almarhum sudah sepuh, juga karena mag yang sudah lama diderita,” kata Jamal. Almarhum akan dikebumikan di Kompleks Pesarean Maqbaroh Kidul KH Abdul Hanan bakda Asar nanti.
KH Zamzami Amin, keponakan almarhum mngatakan, almarhum menyampaikan pesan agar tetap menjaga pendidikan dan pesantren. “Pada waktu sakit sering kali berbicara kepada saya, bahkan sampai sebelum meninggal, beliau berpesan tentang di mana dia akan dimakamkan,” kata Zamzami.
Menurut Zamzami, almarhum menitipkan masyarakat Babakan Ciwaringin dan sekitarnya agar sejahtera. Bahkan, almarhum saat menyampaikan pesan itu sambil menangis karena daya tahan tubuhnya yang sudah tidak kuat lagi.
Tidak hanya pondok pesantren, pendidikan serta kesejahteraan warga sekitar Babakan Ciwaringin, KH Makhtum juga masih memikirkan negara Indonesia. Semua pesan almarhum yang disampaikan kepada dirinya itu terus berulang.
“Beliau juga sambil menangis berbicara kepada saya. Bahwa barangkali beliau sudah tidak ada di dunia ini beliau menitipkan negara supaya tetap kondusif,” ujar Zamzami.
KH Makhtum meninggalkan istri Nyai Hj Aminah Makhtum dan anak-anaknya. Yakni, Ny Hj Ida Frida (istri KH Marzuki Ahal), KH Rahmat Jauhari, H Kholid, H Arsyad, dan Syahid. (cecep/hsn/yuz/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
