
AMBRUK: Kondisi SDN Randuwatang, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.
JawaPos.com- Bahaya mengintai murid SDN Randuwatang, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Penyebabnya, kayu kerangka atap yang lapuk di salah satu ruang kelas ambruk. Untung, saat kejadian, tidak ada siswa di dalam ruangan.
”Kejadiannya malam hari, jadi bertepatan anak-anak tidak berada di kelas,” terang Bejo, kepala SDN Randuwatang.
Bejo menjelaskan, sebelum bangunan ambruk, tanda-tanda bahaya mulai tampak. Tepatnya pada Kamis (5/1), saat dirinya menerima laporan sejumlah plafon atap kelas I ambrol. Dia pun bergegas memeriksa kondisi atap kelas. ”Memang terlihat sejumlah kayu mulai rapuh dimakan rayap,” ucapnya.
Tak berselang lama, tepatnya sekitar pukul 19.00, sejumlah bagian atap kelas I ambrol. ”Namun, hanya sebagian ambrolnya. Untung, anak-anak tidak di kelas saat itu. Coba kalau misalkan mereka di kelas. Saya tidak bisa membayangkan seperti apa akibatnya. Bisa-bisa mereka jadi korban,” paparnya.
Setelah itu, otomatis proses belajar-mengajar siswa kelas I terganggu. Sementara mereka terpaksa diungsikan. Selang dua hari setelah kejadian tersebut, Sabtu (7/1) sekitar pukul 19.00, kembali atap bangunan roboh. ”Pas malam Minggunya, material atapnya roboh, hampir tidak tersisa,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan UPTD dinas pendidikan ”Karena kejadiannya Sabtu, baru Senin (9/1) kami laporkan ke UPTD,” katanya. Tak lama, sejumlah petugas UPTD tiba di lokasi untuk meninjau kondisi kelas yang roboh.
Untuk menghindari bahaya susulan, pihak sekolah tidak hanya memindahkan lokasi belajar siswa kelas I. Pihaknya turut mengungsikan ruangan dua kelas lainnya. ”Bukan hanya siswa kelas I, siswa kelas II dan III juga kami pindahkan tempat belajarnya. Khawatir bangunannya ikut roboh. Sebab, bangunan kelasnya memang berderetan,” terang Bejo.
Lokasi belajar siswa kelas II dan III sementara dijadikan satu kelas. ”Kebetulan, jumlah siswanya tidak terlalu banyak. Namun, kelasnya kami beri sekat,” jelasnya. Siswa kelas I, delapan anak, bisa menempati musala. ”Kebetulan, kami punya satu lokal kelas yang sebelumnya kami fungsikan sebagai musala. Siswa kelas I sementara menempati ruangan itu untuk kelasnya.”
Kejadian tersebut sangat berdampak terhadap proses belajar-mengajar siswa. ”Pasti, kalau satu ruangan dipakai dua kelas, konsentrasi belajar anak-anak terganggu. Karena hanya disekat kayu,” imbuhnya.
Meski demikian, hal itu tidak membuat pihaknya patah semangat. ”Yang penting anak-anak bisa tetap belajar. Mudah-mudahan bisa segera direhab kembali. Sehingga anak-anak bisa kembali menempati kelas masing-masing,” tuturnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan, hampir seluruh material bangunan atap kelas I roboh dan memenuhi seisi ruang kelas. Tampak kondisi material genting, plafon, kayu, kursi, dan meja kelas masih berserakan di lokasi. ”Nanti kami diminta membuat proposal pengajuan untuk perbaikan kelas yang rusak,” ucap Bejo. (naz/nk/c9/end)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
