
Seekor buaya ditangkap di Gang Pelita, Desa Sangatta Utara, Kutim, kemudian dievakuasi ke TNK di poros Sangatta-Bontang.
JawaPos.com - Tim gabungan akhirnya berhasil menangkap buaya yang membuat geger warga Jalan WR Monginsidi, Desa Sangatta Utara, Kutim, kemarin (8/1). Itu merupakan buntut dari kemunculan beberapa buaya di permukiman warga sejak November 2016. Diperkirakan masih ada dua hingga tiga buaya yang bersembunyi di kolong rumah yang merupakan rawa.
Menurut Pj Kepala Desa Sangatta Utara Durahman, pencarian buaya telah dipersiapkan sejak Jumat (6/1). Dia mengajukan permohonan bantuan ke berbagai instansi terkait untuk melakukan evakuasi buaya. “Sabtu (7/1), pencarian dimulai dari pukul 7.30 hingga 23.00 Wita, kemudian berlanjut pada Minggu (8/1)” ucapnya dikutip dari Kaltim Pos (Jawa Pos Group).
Dia menceritakan, kemunculan buaya dilaporkan warga RT 53 dan RT 08. Disebutkan, buaya kerap muncul saat siang di belakang rumah warga untuk berjemur. Beberapa unggas peliharaan warga juga hilang satu demi satu, diduga dimangsa predator itu.
“Warga resah. Ditakutkan bila sumber makanan habis, malah akan menyerang anak-anak. Keberadaan buaya menjadi teror bagi warga,” ucapnya.
Pada evakuasi itu, terang dia, tidak ada bantuan dana dari pemerintah. Semua swadaya masyarakat yang dibantu tim dari BPBD, Basarnas, Damkar, TNI, dan Polri. Juga, beberapa ormas, antara lain, Tagana dan Granat. Dia menyampaikan, medan cukup berat karena buaya berada di kolong rumah warga yang merupakan rawa dan dipenuhi air.
“Hari pertama kami menguras air dan melakukan penyetruman, namun tidak membuahkan hasil,” keluhnya.
Sementara itu, pencarian pada hari kedua diawali dengan memancing buaya menggunakan tiga anak bebek. Buaya memakan tiga anak bebek itu tanpa mengenai kail. Tim pun terpaksa turun pukul 13.00 Wita setelah istirahat. Dua orang yang masuk ke kolong rumah menemukan buaya.
Seekor buaya berhasil dijerat. Setelah itu, buaya tersebut diangkat ke darat. Mulut, tangan, dan kaki diikat menggunakan isolasi serta sempat dipertontonkan kepada warga. Setelah itu, buaya dibawa ke sungai di Taman Nasional Kutai (TNK) untuk dilepaskan. “Kami bawa ke hutan TNK yang merupakan habitatnya,” ucapnya. (*/dns/ica/k8/fab/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
