Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Desember 2016 | 08.38 WIB

Penyerangan Siswa SD, Keluarga Irwansyah segera ke Kupang

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com KUPANG- Polda Nusa Tenggara Timur masih terus berusaha untuk mencari tahu motif yang melatarbelakangi Irwansyah melakukan penyerangan dan menganiayaan  dengan senjata tajam terhadap tujuh siswa kelas V SDN 1 Seba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua (Sarai).



Kapolda NTT, Brigjen Pol E. Widyo Sunaryo dalam jumpa pers di Mapolda NTT juga mengatakan pelaku Irwansyah terindentifikasi lahir di Bekasi, 28 Mei 1984, dan merupakan warga Kampung Tedurena, RT 04/RW 02, Kelurahan Harjamjukti, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.



Menyangkut motif pelaku, Kapolda katakan kalau pelaku masih hidup, mungkin sangat mudah bagi pihaknya untuk mendapatkan motif.



Namun karena pelaku sudah meninggal dunia, sehingga pihaknya terus mengumpulkan keterangan-keterangan dari para saksi yang ada di Sabu Raijua.



“Mudah-mudahan dari keterangan saksi-saksi tersebut dan juga dari saudara atau kerabat dari keluarga pelaku, kami bisa menemukan atau menyimpulkan apa motif yang merupakan latar belakang tindakan pelaku,” kata Kapolda  seperti ditulis Timor Ekspress (Jawa Pos Group), Jumat (17/12).



Menurut Kapolda, pihaknya juga terus menghubungi keluarga pelaku, termasuk berkomunikasi dengan pihak Asuransi Takaful di Mampang, Jakarta Selatan, yang adalah tempat tersangka pernah bekerja.



“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan sedang menunggu hasilnya,” kata jendral bintang satu itu.



Polda NTT juga sudah menghubungi pihak keluarga untuk proses menyerahan jenazah ke keluarga.



“Keluarga sudah menjawab bahwa mereka akan ke mari (Kupang) untuk menengok jenazah pelaku. Nanti kami akan pastikan apakah jenazah mau dibawa pulang ke Depok atau dimakamkan di sini. Kita tunggu kepastian dari keluarga,” katanya.



Kapolda juga membeberkan tentang kepribadian pelaku yang oleh keterangan sejumlah pihak adalah sosok pendiam dan susah bersosialisasi dengan orang sekitar.



“Bahkan informasi yang kami dapat di Sabu, anak ini (pelaku) selama kontrak di sana juga tertutup. Sangat tertutup. Bahkan saat tuan rumah mengadakan hajatan, dia tidak mau keluar dan tetap di kamar terus. Ini yang harus kami dalami mengapa seperti itu,” beber Kapolda.



Kapolda juga membenarkan informasi yang menyebutkan kalau pelaku datang ke Sabu Raijua bukan sebagai pedagang, tetapi sempat mendatangi beberapa sekolah untuk melamar pekerjaan tetapi ditolak karena menurut informasi bidang ilmunya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan di sana.



Terkait tewasnya pelaku, Kapolda katakan pihaknya masih menunggu situasi di Sarai benar-benar kondusif untuk selanjutnya melakukan tindakan penyelidikan terhadap kematian pelaku karena juga merupakan pelanggaran hukum.



“Kami sekarang masih fokus untuk mengembalikan situasi aman di Sabu Raijua,” kata Kapolda. (joo/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore