
Ilustrasi
JawaPos.com - Banjir merendam ruas jalan tepatnya di Desa Teluk Pandan Kecamatan Teluk Pandan Kutai Timur (Kutim), Selasa (229/11) kemarin. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur Trans Kaltim yang menghubungkan Sangatta dan Bontang sempat terganggu.
Setiap pengendara yang hendak melintas pun harus ekstra hati-hati. Sebab, ketinggian genangan air mencapai 70 sentimeter dari permukaan jalan.
“Air mulai meluap ke jalan sekitar pukul 07.00 Wita. Kondisi terparah pada pukul 09.00 Wita. Karena ketinggian air sampai di atas lutut orang dewasa. Makanya, lalu lintas sempat macet,” jelas Agus (34) warga Desa Teluk Pandan dikutip dari Bontang Pos (Jawa Pos Group), Rabu (30/11).
Dia menyebutkan, penyebab banjir diduga akibat luapan sungai Teluk Pandan ditambah tingginya curah hujan sehari sebelumnya. Selain itu, kondisi pendangkalan pada sungai yang cukup tinggi juga menjadi faktor lain.
“Kami berharap agar sungai bisa digali (Normalisiasi, Red.). Selain itu pada sisi-sisinya juga dibuatkan pondasi, agar tidak mudah longsor dan membuat pendangkalan pada sungai,” jelasnya.
Agus juga mengatakan, meski banjir hanya bersifat sementara, namun warga kini kesulitan air bersih. Sebab, kondisi air yang keruh membuat warga sulit memanfaatkannya.
“Air sungai menjadi kebutuhan pokok warga untuk kegiatan mandi, mencuci pakaian hingga untuk dikonsumsi. Kalau sudah banjir seperti ini, otomatis tidak bisa digunakan lagi. Jadi, sekarang warga kesulitan air bersih,” kata Agus.
Terpisah, Kepala Desa Teluk Pandan Baharuddin mengatakan, banjir merendam tiga wilayah yakni RT 03, 04, dan RT 05. Meski begitu, saat ini kondisi banjir yang sempat menggenangi jalan sudah mulai surut.
“Yah, awalnya memang sempat tinggi. Kalau mobil yang melintas harus hati-hati. Sedangkan untuk motor tidak bisa. Karena cukup tinggi. Tapi sekarang sudah mulai surut. Karena banjir sifatnya hanya kiriman dari hulu sungai karena curah hujan tinggi,” kata Baharuddin dihubungi melalui telepon selulernya.
Dia mengatakan, akibat musibah tersebut sebanyak 50 rumah terendam banjir dan satu mushola. Sementara, warga yang terendam sebagian memilih tetap tinggal di rumahnya. Namun ada juga yang memilih mengungsi di rumah keluarga yang tidak terdampak banjir.
“Untuk data lengkapnya, tim kami masih mendata dilapangan,” tambahnya.
Selain menggenangi rumah, kara Baharuddin, banjir juga membuat ratusan hektar sawah petani di Teluk Pandan terancam gagal panen. Sebab, air merendam seluruh padi yang dalam hitungan minggu siap untuk panen.
“”Ada sekitar 200 hektar tanaman padi milik kelompok tani Padaidi yang terendam banjir. Padahal, sebagian sudah siap panen, dan sebagian lagi tinggal menunggu hitungan minggu,” sebut Baharuddin. (aj/fab/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
