
Ilustrasi
JawaPos.com MATARAM- Tewasnya sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTB dalam musibah tenggelamnya kapal di perairan Batam, Kepualauan Riau, belum lama ini, disesalkan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) NTB.
Menurut Kepala Kemenkumham Sevial Akmily, kecelakaan tersebut sebenarnya bisa dihindari bila warga berangkat melalui jalur resmi.
”Itu yang kami sayangkan, kenapa masih memilih jalur itu (ilegal),” kata Sevial seperti dikutip Lombok Pos (Jawa Pos Group), Rabu (9/11).
Kemenkumham, kata Sevial, sebenarnya tetap melakukan pemantauan setiap warga yang hendak menjadi TKI. Hanya saja, pemantauan tersebut dilakukan bila TKI mengajukan pemohonan paspor melalui imigrasi Mataram.
Namun yang terjadi adalah banyak warga NTB yang potong kompas untuk menjadi TKI. Mereka tidak membuat paspor di wilayah Kemenkumham NTB.
”Sekarang seperti di Batam, banyak orang dari NTB dan NTT yang membuat paspor disana. Jadi kalau sudah seperti itu sulit dipantau petugas disini,” katanya.
Selain masalah permohonan paspor yang langsung di Batam, banyak pula warga NTB menjadi TKI melalui jalur para tekong (calo). Modusnya, TKI memanfaatkan visa pelancong untuk keluar negeri. ”Kalau sudah habis masa visanya, mereka tidak langsung balik. Mereka tinggal di negara tujuan dan bekerja,” kata dia.
Terpisah, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol Anom Wibowo mengatakan, jajarannya telah berusaha meminimalisir banyaknya warga NTB yang menjadi TKI ilegal. Hanya saja, pendapatan menjadi TKI yang besar, membuat banyak warga NTB nekat.
Mengenai kejadian tewasnya warga NTB yang diduga sebagai TKI ilegal, Anom menegaskan akan mengusutnya. Jajarannya akan meminta keterangan TKI yang selamat saat terjadinya kecelakaan kapal cepat di perairan Batam, belum lama ini.
”Yang selamat nanti bisa kita mintai keterangan, mengenai bagaimana keberangkatan mereka kesana. Tentu upaya ini untuk memutuskan mata rantai TKI ilegal,” tandasnya.(dit/r2/nas/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
