
Ilustrasi
Jawapos.com - Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pekan ini tengah diserang penyakit hepatitis. Ironisnya penyakit itu mendera secara massal. Satu persatu mahasiswa mengalami gejala hepatitis. Satu orang dikabarkan meninggal dan belasan lainnya harus dilarikan ke rumah sakit.
Informasi ini pertama kali disampaikan mahasiswa IPB bernama Casey. Pesan itu disampaikannya secara berantai melalui aplikasi WhatsApp.
Pesan itu menyebut mahasiswa yang meninggal dunia atas nama Senna, dari Fakultas Kehutanan IPB, angkatan 49. Berawal dari campak, Senna sempat dirawat empat hari di RS Karya Bakti Pertiwi.
“Tubuh Senna menghitam dan bengkak. Pelayanan rumah sakit yang tragis dan kurangnya biaya dari pihak keluarga, bikin Senna terpaksa dibawa pulang ke Medan,” ungkap pesan tersebut.
Dikabarkan pula, sesampai di bandara, Senna sempat ditolak masuk pesawat karena takut menularkan penyakit ke penumpang lain. Akhirnya, dalam keadaan sekarat, Senna naik bus dari Jakarta ke Medan.
“Sampai medan, masuk rumah sakit. Pagi hari koma, malamnya meninggal pukul 10,” tulis Casey.
Pesan itu juga menyebut masih banyak lagi mahasiswa yang tertular hepatitis. Benar saja, informasi yang dihimpun Radar Bogor (Jawa Pos Group), sedikitnya 17 mahasiswa kini meringkuk sakit. Mereka harus mendapat perawatan serius di sejumlah rumah sakit.
Di antaranya RS Karya Bhati Pratiwi (KBP), RS Media Dramaga, RS Islami Pondok Kopi. Untuk mahasiswa yang menderita hepatitis akut mendapatkan rujukan ke RS PGI Cikini Jakarta Pusat.
Sementara sebagian yang telah siuman memilih rawat jalan di rumah atau di tempat kos.
“Awalnya berasa lemas dan mual. Tapi semakin lemas, sampai dilarikan ke rumah sakit,” tutur mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) IPB, Ari Wakhid Subekti.
Mahasiswa IPB angakatan 49 itu mengaku tidak tahu awal mula terserang hepatitis. Gejala itu dirasakannya timbul sejak sepekan lalu, tanpa sebab yang jelas.
“Banyak anak IPB yang kena, malah kata dokter kami makan di tempat yang sama, karena bukan teman satu fakultas juga yang kena,” kata Ari.(rb/afz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
