
Dj (tengah), oknum Guru yang membacok Kepala Sekolahnya di Hari Guru Nasional saat diamankan pihak kepolisian.
JawaPos.com - Pasca menjalani operasi pada Rabu (25/11) malam lalu sekitar pukul 19.30.00 WIB di RS Efarina Pangkalan Kerinci.
Akhirnya Nova Damayanti (35) korban kasus penganiayaan berat oleh oknum guru olahraga SMKN 1 Ukui Desa Ukui dua kecamatan Ukui bernama Dasmar Joni Rosa (44), dirujuk ke RS Santa Maria Pekanbaru untuk menjalani perawatan dan pemulihan, Rabu (25/11) malam sekitar pukul 23.00 wib.
"Ya, setelah dioperasi tim medis kita, maka atas permintaan sendiri, suami korban kasus pembacokan di SMKN 1 Ukui atasnama Abdurrahmat Nasution mengajukan permintaan kepada kita agar korban dirujuk RS Santa Maria Pekanbaru untuk menjalani perawatan dan pemulihan," ujar Humas RS Efarina Pangkalan Kerinci Hermandus kepada Riau Pos (Jawa Pos Grup), Kamis (26/11) di Pangkalan Kerinci.
"Pasalnya, suami korban yang bekerja sebagai karyawan di PT RAPP memiliki fasilitas asuransi kesehatan Mergi di RS Santa Maria yang lengkap dengan berbagai fasilitas seperti fasilitas MRI (foto city scan). Dan setelah kondisi korban yang telah mulai sadarkan diri serta membaik, maka pada Kamis (25/11) malam sekitar pukul 23.00 wib, korban beserta keluarganya kita antar ke RS Santa Maria menggunakan ambulance," lanjutnya.
Sebelumnya kejadian yang bertepatan dengan hari guru Nasional itu bermula setelah para Guru dan murid mengikuti upacara peringatan HUT PGRI yang ke-70.
Nova Damayanti masuk ke ruangan kerjanya. Rencananya, Kepala Sekolah SMKN 1 Ukui, itu ingin memulai aktivitasnya.
Beberapa menit di ruangan, wanita 34 tahun ini dihampiri seorang guru berinisial DJ. Pagi itu, Rabu (25/11) sekitar pukul 11.00 WIB, ia masuk ke ruangan Kepsek untuk menanyakan surat keterangan pengangkatan dirinya sebagai PNS.
Terjadi sedikit pembicaraan serius antara Nova dengan guru olahraga tersebut. Lantaran permintaannya tidak dikabulkan, DJ memukul meja pakai batu. Lalu ia bergagas keluar dari ruangan kepala sekolah yang berlokasi di Jalan Lintas Timur, Desa Ukui II, Kecamatan Ukui, Pelalawan itu.
Dalam keadaan emosi, DJ berjalan ke ruangan majelis guru. Ia mengambil sebilah parang di dalam tasnya. Rupaya, ia sudah mempersiapkan senjata tajam tersebut dari rumah.
DJ bergegas masuk ke ruangan kepala sekolah. Tanpa banyak bicara, parang yang dibawanya tadi diayunkan ke kepala Nova yang sedang duduk ruang kerjanya.
Tak puas sekali, DJ kembali membacok kepala Nova sebanyak tiga kali. Spontan, Nova yang melihat aksi brutal anak buahnya itu mencoba menangkisnya. Sayang, senjata tajam tersebut melukai tangan kirinya.
Sambil menutup kepala dengan tangannya yang terluka, Nova mencoba lari keluar ruangan untuk meminta pertolongan. Lagi-lagi DJ menyerangnnya. Ia mengayunkan parangnya kaki kanan Nova hingga terluka. (amn/ndi/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
