
Ilustrasi
JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado akhirnya meloloskan calon Wali Kota Manado Jimmy Rimba Roggi alias Imba untuk ikut pilkada serentak, 9 Desember 2015.
Namun, diloloskannya Imba yang status sebelumnya sempat dianulir itu justru membuat pihak lain bertanya-tanya. Bahkan, Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Donal Faridz menganggap kelolosan Imba ikut pilkada itu adalah sebuah kekonyolan.
"Ini adalah sebuah kekonyolan, karena diikutsertakan dalam pelaksanaan pilkada," ujarnya dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Bandung, Jumat (20/11).
Dia menambahkan, keputusan KPU Manado dengan menghidupkan lagi Imba menjadi calon kada adalah sesat dan keliru secara hukum. "Sebab, putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bisa dijadikan untuk mengadili," ucapnya.
Menurut dia, putusan DKPP itu juga berlaku untuk dua calon kepala daerah yang masih berstatus bersyarat lainnya. Yakni, Yusak Yaluwo di Pilkada Boven Digoel dan Ismet Mile di Pilkada Bone Bolango.
Dengan demikian, Donal mengusulkan, sebaiknya pilkada di tiga daerah tersebut ditunda. "Ini kondisi darurat dan memaksa, maka ditunda saja pemilihan di tiga daerah itu," cetusnya.
Dia menuturkan, KPU sebaiknya selesaikan masalah status bebas bersyarat lebih dulu. Tujuannya, agar jangan sampai membuang anggaran negara. "Kalau begini, ini pilkada main-main karena mengikutsertakan seorang napi yang bebas bersyarat menjadi calon kada," tandasnya.
Secara hukum, kata Donal legitimasi status bebas bersyarat ketiga calon kepala daerah itu tidak sah dan tidak boleh mengikuti proses konstestasi pilkada serentak.
Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan, menghargai pendapat Donal. "Kami hargai pendapat tersebut," imbuhnya.
Seperti diketahui, terdapat tiga calon kepala daerah yang masih berstatus bebas bersyarat yakni Jimmy Rimba Rogi di Kota Manado yang bebas bersyarat sampai pada 29 Desember 2017; Yusak Yaluwo di Pilkada Boven Digoel yang bebas bersyaratnya berakhir sampai 26 Mei 2017; dan Ismet Mile di Pilkada Bone Bolango yang bebas bersayarat sampai 5 Desember 2015 ini. (rka/JPG)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
