
ilustrasi
JawaPos.com- Kediaman Budi dan istrinya Romelah, warga RT 3 RW 2 Tebo Selatan, Bandulan Sukun mengalami kerusakan yang cukup besar akibat serangan angin putting beliung disertai hujan deras pada Selasa (10/11/15).
Atap rumah kediaman Budi yang berasal dari bahan Galvalum ini hampir separuhnya dibawa terbang angin putting beliung dengan skala yang cukup besar, hingga menyangkut di tiang listrik tempat kediaman Budi berada.
Romelah istri pemilik rumah berkata, kejadian mengejutkan tersebut terjadi pada pukul 1.30 siang. Pada awalnya, ia bercerita, dirinya saat itu tidak sama sekali menyangka atap rumah akan terbawa angin sejauh itu.
“Hujan pada awalnya hanya berkapasitas sedang tidak terlalu deras. Tapi jam setengah dua, saya mendengar suara geledek dari lantai atas. Saya langsung ke sana,” tuturnya saat ditemui di kediamannya.
Ia melanjutkan, seketika itu juga, dirinya yang pada saat itu hanya seorang diri, naik ke lantai atas dan langsung mendapati atap rumahnya telah hilang terbawa angin bersamaan dengan beberapa koleksi burung kenari peliharaan suaminya.
“Pada saat itu, saya berteriak minta bantuan tetangga. Suami saya langsung saya telpon untuk pulang langsung dari tempat kerjanya. Untungnya ke-3 anak saya masih berada di sekolah semua,” papar Romelah.
Kejadian tersebut sempat menghadirkan kekhawatiran di lingkungan warga sekitar. Pasalnya, pada saat genteng gavalum milik kediaman Budi dan Romelah menyangkut di atas tiang listrik, arus listrik satu RW sekitar mendadak padam.
Melihat kejadian tersebut, tepat pukul 14.00 romelah dengan segera menghubungi PLN untuk mengatasi kejadian padam listrik tersebut. Selang setengah jam kemudian, PLN langsung mendatangi lokasi dan menurunkan sisa genteng yang terbang tadi.
Padamnya listrik yang dialami satu RW sekitar tersebut berlangsung sejak pukul 2 siang sampai magrib. Warga sekitar menduga masih dilakukan perbaikan dan pengecekan oleh PLN untuk memastikan kestabilan arus listrik daerah tersebut pasca kejadian.
Kepada Malang Post (Jawa Pos Group), Budi dan Romelah menuturkan, kerugian yang ditaksir dapat mencapai Rp 8 juta rupiah. Kerusakan atap rumah berujung pada masuknya air hujan ketiga kamar sekaligus dan membanjiri seluruh rumahnya.
“Siapa yang menyangka ada angin puting beliung datang tiba-tiba mengoyak rumah kami. Puting beliung seperti itu tidak pernah kami rasakan semenjak di sini. Jadi kami sedikit syok,” tutur Romelah.
Sementara itu, sang kepala rumah tangga, Budi, mengungkapkan, bencana yang terjadi merupakan hal yang memang tidak diinginkan. Namun, ia dan keluarga merasa sangat bersyukur masih dalam keadaan sehat. “Ya, namanya juga bencana. Tidak ada yang tahu. Yang penting semua sehat dan semoga ada bantuan dari pihak yang peduli,” ungkap Budi. (Mg9/wwn/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
