
Photo
JawaPos.com- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan kosmetik berbahaya yang diracik dari bisnis industri rumahan (home industri) di Makassar. Ini terbukti dari operasi yang digelar BPOM di Jalan Andi Tonro, Kamis 29 Oktober. Di sebuah rumah sederhana, kosmetik berbahaya ini diracik. BPOM berhasil menyita 55 item kosmetik. Kosmetik ini mengandung bahan kimia berbahaya. Nilai ekonomisnya mencapai Rp600 juta.
Kepala BPOM Sulsel, Muh Guntur menjelaskan, pemilik usaha berinisial E sudah satu tahun mereka menjalankan usaha ilegal itu. Mereka sudah membuka toko sendiri di kawasan Pasar Sentral. "Mereka impor ilegal dari Thailand, Filipina, Korea dan Tiongkok. Ada pula yang diracik sendiri dengan kemasan merek ternama," tuturnya.
Dirinya berjanji aksi ini tak hanya akan berhenti di satu tempat. Dalam satu minggu ke depan, ada lima distributor kosmetik yang akan digerebek petugasnya. Tiga usaha di dalam kota Makassar dan dua lainnya di luar Makassar.
Ke lima lokasi tersebut dalam penyelidikan. Sudah ada stafnya yang memantau aktivitas semua distributor kosmetik ilegal tersebut. (and/wwn/jpg)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
