Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Oktober 2015 | 15.05 WIB

Pancing Korban, Emas Dinasti Ming Dijual di Bawah Harga Pasar

PENIPU: Kasatreskrim Polretabes Surabaya AKBP Takdir Matanette menginterogasi tersangka penipuan asal Tiongkok yang ditangkap. - Image

PENIPU: Kasatreskrim Polretabes Surabaya AKBP Takdir Matanette menginterogasi tersangka penipuan asal Tiongkok yang ditangkap.

JawaPos.com - Polisi saat ini terus mengembangkan kasus penipuan yang dilakukan dua warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, yakni Zhong Yuhio (36) dan Zhan Yunsheng (32). Keduanya diringkus karena diduga menjual emas palsu yang disebut peninggalan zaman purbakala.   



Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete mengatakan, berbagai cara yang dilakukan tersangka untuk meyakinkan korban. Sebelum menentukan harga, kedua pelaku meminta korban melakukan pengecekan terhadap keaslian emas-emas tersebut.



Caranya, kedua pelaku dengan sengaja menggergaji emas berbentuk giok tersebut. Setelah hancur menjadi serpihan kecil, pelaku lantas menukarkan dengan emas asli untuk dicek.



“Setelah digergaji, dua pelaku ini kemudian menggantinya dengan butiran emas asli kepada korban. Sehingga saat dicek, korban percaya bahwa emas itu memang asli,” jelasnya.



Supaya emas-emas palsunya itu lebih cepat laku, pelaku menjualnya di bawah harga pasar. Jika emas asli setiap bijinya mencapai Rp 20 juta, namun oleh pelaku dijual dengan harga Rp 10 juta.



“Pelaku minta uang cash dengan alasan untuk berobat keluarganya yang ada di kampung halaman,” kata menurut alumnus Akpol 1998 ini, seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group).



Karena tergiur, korban langsung membeli semua emas palsu tersebut. Tapi setelah memperoleh uang itu, Zhong Yuhio dan Zhan Yunsheng lantas melarikan diri dan ternyata bersembunyi di sebuah apartemen di Surabaya barat.



Sedangkan korban baru mengetahui menjadi korban penipuan ketika mereka melakukan tes ulang emas-emas yang baru dibelinya ke ahli atau toko emas. “Dari situlah diketahui bahwa emas-emas tersebut ternyata adalah emas palsu, hanya logam biasa,” pungkasnya. (yua/jay/hsn/JPG)

Editor: Husain
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore