Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2015 | 23.09 WIB

Wanita Anggota Satpol PP Mengaku Dijual Komandannya

Nurbaiti saat menceritakan dugaan penjualan dirinya di press room Pemkot Bandarlampung, Senin (22/9). - Image

Nurbaiti saat menceritakan dugaan penjualan dirinya di press room Pemkot Bandarlampung, Senin (22/9).

BANDARLAMPUNG – Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandarlampung diterpa isu miring. Seorang anggotanya bernama Nurbaiti, melaporkan perilaku komandan peletonnya, Ruswita ke polisi.



Wanita berkerudung itu mengaku telah dijual oleh Ruswita kepada pria hidung belang. Penikmat sesaat ini tidak lain adalah rekan Ruswita sendiri.



Kasus ini tengah diselidiki Polresta Bandarlampung setelah dilaporkan Jumat (4/9) lalu. Namun baru mencuat setelah Nurbaiti menggelar konferensi pers yang digelar di press room Pemkot Bandarlampung, Senin (21/9).



Dalam konferensi pers itu, ia bercerita tentang perlakuan yang diterimanya. Kata dia, peristiwa yang dialaminya terjadi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 23.00 WIB.



Kala itu, ia dihubungi Ruswita melalui telepon untuk mengajaknya pergi keluar rumah tanpa memberi tahu tujuan. Karena merasa tidak enak lantaran Ruswita adalah atasannya, Nurbaiti menuruti ajakan tersebut.



’’Saat itu saya lagi di rumah saudara di Garuntang, kemudian dia (Ruswati, Red) jemput saya dengan teman-temannya. Saya tanya mau ke mana? Dia nggak jawab. Saat itu, teman-temannya ada satu wanita dan dua pria,” kata Nurbaiti seperti yang dilansir Radar Lampung (Jawa Pos Group), Selasa (22/9).



Malam itu, ternyata Nurbaiti diajak ke MGM Karaoke, Panjang. Dia pun tetap mengikuti kemauan pimpinannya.



Menurut dia, setelah hari semakin larut, Nurbaiti meminta diantar pulang. Namun bukannya diantar pulang, ia malah dicecoki minuman keras.



’’Saat saya minta pulang, mereka menolak. Kemudian datang pelayan bawa minuman. Tangan dan kaki saya dipegang. Saya dicekoki minuman keras. Saya lalu berontak,” akunya.



Kecewa karena tidak berhasil, Ruswita dan tiga rekannya menghentikan aksinya. Kemudian, mereka akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu.



Namun sesampainya di Jl. W.R. Supratman, Nurbaiti diturunkan di tengah jalan, kemudian ditinggalkan. Saat itu waktu menunjukkan hampir pukul 03.00 WIB.



’’Saya takut, saya ditinggal sendirian. Menelepon orang nggak ada yang angkat,” ungkapnya.



Tidak lama kemudian, salah seorang rekan pria Ruswita yang pergi bersamanya kembali ke tempat Nurbaiti diturunkan. Tetapi sebelumnya, Nurbaiti sempat ditawar pria itu. Dia kembali menangis dan memohon diantar pulang.



Mungkin karena kasihan, pria yang menurut Nurbaiti tidak mengetahui namanya itu akhirnya mengantarkannya pulang. Dalam perjalanan menggunakan mobil pria tersebut, Nurbaiti lantas meminta penjelasan tentang kejadian yang dialaminya.



’’Di situ saya baru tahu, mereka sudah membayar saya lewat Ruswita,” jelasnya.

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore