
ilustrasi
JawaPos.com CIREBON – Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis membenarkan jika sejumlah pejabatnya diperiksa kejagung terkait kasus Program Pendanaan Kompetisi (PPK) Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Tidak hanya kasus PPK IPM, kejagung juga menyelidiki program pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) di Kota Cirebon. PKBM saat itu di bawah Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan dan alokasi anggarannya mencapai Rp7 miliar.
Hal tersebut membuat wali kota gelisah. “Iya Mas pusing, PPK IPM pada diperiksa. PKBM yang Rp7 miliar itu juga termasuk berat,” kata Azis kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group), Selasa (18/8).
Sementara mantan Wali Kota Cirebon Subardi saat dikonfirmasi hanya mengatakan, dirinya saat itu sebagai penanggung jawab. Sementara bagian teknis pelaksananya Satkorlak PPK IPM.
“Sudahlah jangan tanya itu-itu (perkembangan kasus PPK IPM, red) lagi. Kita serahkan kepada aparat penegak hukum,” kata Subardi singkat. (abd/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
