Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Januari 2020 | 04.00 WIB

Pameran Lukisan Jagad Ngadianto: Prihatin Sampah yang Menggunung

TERINSPIRASI GALAKSI BIMASAKTI: Jagad Ngadianto sedang menyelesaikan lukisan yang berjudul Resik- Resik kemarin. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

TERINSPIRASI GALAKSI BIMASAKTI: Jagad Ngadianto sedang menyelesaikan lukisan yang berjudul Resik- Resik kemarin. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - Puluhan lukisan memenuhi empat sisi dinding studio milik Jagad Ngadianto di Kepuh Kiriman, Waru, Sidoarjo. Namun, ada satu yang terlihat mencolok. Yakni, lukisan di meja kerja Jagad, lengkap dengan kuas dan botol cat akrilik beraneka warna yang berserakan.

”Itu memang sedang saya selesaikan untuk pameran minggu kedua bulan ini,” tutur pria 45 tahun itu kemarin. Pameran tersebut akan diselenggarakan di Gedung Joang 45 Pancasila, Sidoarjo, dalam rangka Biennale 8 Jatim.

Lukisan itu berukuran 100 x 100 sentimeter. Terdapat seorang petugas kebersihan, yang terlihat dari seragam khas oranye, tampak belakang. Dia sedang memegang sapu lidi. Pada bagian pojok kanan, terdapat bumi. Dengan penekanan rupa pada peta Indonesia. Di sekeliling gambar terdapat titik-titik seperti suasana bintang-bintang di galaksi Bimasakti. Bedanya, titik tersebut tak bercahaya dan bentuknya tidak cantik.

”Di situ memang warnanya ingin menunjukkan rupa yang kotor, didominasi cokelat dan biru,” jelas seniman yang tergabung dalam Komunitas Perupa Delta (Komperta) itu. Jagad memberi judul lukisannya Resik-Resik. Yang berarti bersih-bersih dalam bahasa Indonesia. Karya tersebut terinspirasi dari keadaan lingkungan saat ini. Menurut dia, bumi semakin tercemar karena ulah manusia.

Hal itu dia saksikan sendiri ketika berjalan dan berkeliling di sekitar tempat tinggalnya. Jagad kerap melihat tumpukan sampah yang menggunung. Di jalan, sungai, dan tempat-tempat umum. ”Ini baru di sekitar tempat tinggal. Saya yakin pasti yang di luar sana juga ada. Itu terbukti dari pencemaran laut yang semakin parah akhir-akhir ini,” kata bapak dua anak tersebut.

Melalui karyanya, dia ingin mengajak orang untuk mulai mengurangi sampah. Minimal dari diri sendiri. Khususnya sampah yang tidak bisa didaur ulang seperti plastik. Menurut dia, kesadaran orang untuk hal itu masih kurang. Terbukti, masih banyak sampah yang menggunung dan mengakibatkan banjir di beberapa tempat. ”Itu juga merupakan tanggung jawab seniman untuk mengampanyekan,” tutur pria kelahiran Bojonegoro itu.

Dia berharap semakin banyak orang yang peduli lingkungan. ”Alam itu rusak ya karena ulah manusia sendiri. Jadi, kita harus bersih-bersih mulai sekarang,” ujarnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore