
Story Tailor membebaskan penonton memilih tema cerita dan disajikan secara virtual. (Papermoon Puppet Theatre for Jawa Pos)
JawaPos.com – Kelompok teater boneka Papermoon Puppet Theatre (Yogyakarta) tengah menyiapkan Story Tailor. Berbeda dengan pementasan teater boneka mereka pada umumnya, Story Tailor dikemas dalam bentuk virtual dan melibatkan apresiatornya sebagai pemberi ide tema cerita. Tema tersebut kemudian dijahit menjadi sebuah pertunjukan singkat yang akan dikirimkan kepada pemberi tema dalam bentuk video pementasan.
“Konsep pementasan ini adalah adaptasi dari Story Tailor yang pernah kami hadirkan di Jakarta, Malang, dan Bali beberapa waktu lalu,” terang Maria Tri Sulistyani yang akrab dipanggil Ria Papermoon, Direktur Artistik Papermoon Puppet Theatre. Pada 2017-2018 lalu, Story Tailor pernah digarap dalam bentuk pementasan ringkas yang bertolak dari tema-tema pilihan penontonnya.
Saat itu, Story Tailor disajikan dalam sebuah tenda yang muat untuk empat orang penonton. Di dalam tenda ada dua pemain Papermoon Puppet Theatre dan penonton yang memberikan tema pilihannya. Lalu, pertunjukan ringkas langsung disajikan saat itu juga sesuai tema dari penonton.
Konsep pementasan yang berangkat dari tema pilihan penonton itu kini diadaptasi ke dalam bentuk video. Siasat semacam ini secara langsung mendekatkan penonton dengan karya, sekaligus menjadi tantangan bagi Papermoon Puppet Theatre mengolah tema-tema yang sangat beragam menjadi pertunjukan teater boneka.
’’Tema-tema pilihan akan kami jahit dalam waktu sepekan sebelum dikirimkan dalam bentuk video,’’ kata Ria. Mereka yang ingin menyaksikan Story Tailor edisi virtual ke dalam pentas boneka diberi waktu mengirimkan tema hingga 22 Maret 2020. Satu tema dibandrol Rp 100 ribu. Lalu, Papermoon Puppet Theatre akan mengolah 1-3 tema ke dalam pertunjukan ringkas dalam waktu antara lima hingga tujuh hari yang videonya akan dikirimkan langsung ke ponsel para pengusul tema.
Pementasan teater boneka dalam bentuk virtual sesuai tema pesanan ini menjadi alternatif unik kala pertunjukan konvensional terhalang wabah Covid-19. Dengan siasat semacam ini, publik tak perlu hadir ke ruang-ruang pementasan. Di saat sama, Story Tailor memberi kesempatan kepada siapa saja untuk mendapatkan tontotan bertema khas sesuai ide masing-masing. (tir)

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
