Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 April 2023 | 06.46 WIB

Menikmati Andes dan Amazon lewat Fotografi

BIKIN LAPAR: Pengunjung berbincang di depan foto bertajuk Andean Delicacy: From Farm to Table Los Andes Range dalam pameran foto Closer to Ecuador di Galeri Nasional Indonesia (GNI). - Image

BIKIN LAPAR: Pengunjung berbincang di depan foto bertajuk Andean Delicacy: From Farm to Table Los Andes Range dalam pameran foto Closer to Ecuador di Galeri Nasional Indonesia (GNI).

Apa yang Anda ketahui tentang Ekuador? Jika pengetahuan Anda tentang negara di kawasan Amerika Latin itu hanya secuil, seharusnya pameran fotografi bertajuk Closer to Ecuador di Galeri Nasional Indonesia (GNI), Jakarta, bisa meluaskan wawasan soal kawasan seluas 283.561 kilometer persegi tersebut.

PAMERAN fotografi Closer to Ecuador menampilkan 30 karya foto tentang keindahan Ekuador. Bentang alam Ekuador sangat luas dan beragam. Pegunungan Andes yang tertutup salju hingga hutan hujan Amazon yang rimbun merupakan tempat yang memiliki keanekaragaman paling spektakuler di planet ini.

Jangan lewatkan juga panorama kota pesisir di dekat Samudra Pasifik yang indah hingga Kepulauan Galapagos yang penuh keajaiban.

Plt Kepala Museum dan Cagar Budaya Ahmad Mahendra mengatakan, pameran itu adalah kesempatan yang baik bagi pengunjung GNI yang mayoritas generasi muda untuk mengenal lebih dekat negara Ekuador.

’’Pameran ini akan memperluas pengetahuan publik tentang negara-negara sahabat Indonesia. Khususnya Ekuador,’’ ungkap Mahendra saat pembukaan pameran pada 24 Maret.

Bahkan, dia berharap setelah melihat karya-karya yang ditampilkan tersebut, pengunjung akan terinspirasi untuk menyaksikan sendiri keindahan Ekuador secara langsung di kemudian hari. ’’Kita ingin pameran ini memperluas kesempatan kolaborasi antara Indonesia dan Ekuador dalam bidang seni dan budaya di masa depan,’’ tutur Mahendra.

AKRAB: Suasana pameran Closer to Ekuador di GNI yang telah berakhir pada Rabu (12/4) lalu.

Melalui pameran Closer to Ecuador, pengunjung akan menyaksikan bagian dari warisan pariwisata Ekuador dan bagaimana Ekuador ikut melestarikan kehidupan serta lingkungan di Kepulauan Galapagos.

Kepulauan Galapagos dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia pada 1978, sementara Quito, ibu kota Ekuador, diakui sebagai Situs Warisan Dunia yang pertama pada tahun yang sama.

Salah satu foto Kepulauan Galapagos yang ditampilkan pada pameran tersebut adalah foto sekawanan burung fregat yang tengah menikmati suasana siang hari di Taman Nasional Galapagos. Pada pameran itu juga ditampilkan kekayaan kuliner dari wilayah pegunungan Andes dan Amazon. Salah satunya, makanan khas Amazon yang terbuat dari ikan dan dibungkus daun bijaya.

Ditampilkan juga karya fotografi tentang kerajinan tangan yang dihasilkan warga lokal dari Provinsi Azuay. Dalam foto itu, warga sedang menganyam toquilla (topi jerami).

KAMU DIAWASI: Foto bertajuk Harpy Eagle menunjukkan kekayaan fauna di kawasan Ekuador.

Ekuador juga turut serta melindungi spesies yang terancam punah di Provinsi Amazonia dan Hutan Amazon itu sendiri. Wilayah tersebut merupakan rumah bagi 10 persen dari spesies yang terkenal di dunia. Karena itulah, seperti Indonesia, Ekuador juga diakui sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbanyak di dunia.

Pameran fotografi Closer to Ecuador tersebut terselenggara atas kerja sama Kedutaan Besar Ekuador untuk Indonesia, Galeri Nasional Indonesia, Museum dan Cagar Budaya, serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi. Pameran itu telah berlangsung pada 25 Maret hingga 12 April lalu di Gedung B Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. (gih/c7/dra)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore