HIDDEN LIGHTING: Pencahayaan tersembunyi memberikan dimensi pada ruangan sekaligus kesan hangat. (Foto: Celvin Leowardi via Natabumi Studio)
Memiliki lahan terbatas bukan berarti mengesampingkan kenyamanan dan keindahan rumah. Berdiri di lahan seluas 84 meter persegi, Marlin House disulap menjadi hunian yang fungsional dengan konsep compact, minimalis, dan permeabel sehingga saling terhubung.
DESAIN tata letak Marlin House diperhitungkan dengan cermat. Arsitek Reinaldi Primanizar (Natabumi Studio) memaksimalkan setiap sudut dan memastikan tidak ada ruangan yang terbuang sia-sia. Sebab, lahan berukuran 14 x 6 meter itu harus bisa mengakomodasi banyaknya kebutuhan penghuni. Mulai garasi, taman, hingga ruang terbuka.
”Jadi, desainnya kita buat fleksibel. Antara ruang satu dan lainnya saling terhubung. Contohnya, di lantai 1 ada kamar tamu yang pintunya bisa di-sliding sehingga ruang keluarga secara permeabel membesar,” ujar Reinaldi.
Tidak banyak perabot supaya lebih lega. Furniturnya pun dipilih yang multifungsi. Misalnya, murphy bed di kamar tamu yang dapat dilipat ke lemari. Lebar lahan yang hanya 6 meter itu masih dikurangi 1 meter untuk taman di sisi kanan rumah.
”Meski kecil dan hanya taman kering, tapi berdampak besar buat pencahayaan di semua ruangan yang ada sepanjang itu. Apalagi hanya disekat kaca sehingga ruang keluarga terkesan lebih lega,” imbuhnya. Sementara di sisi kiri rumah, pencahayaan didapat dari skylight atas tangga.
Uniknya, posisi dapur di lantai 1 berada paling depan. Jika dilihat dari fasad, terdapat jendela kecil sehingga owner dapat melongok ke arah luar dari area dapur. ”Karena istri owner sehari-hari di rumah, jadi saat masak kalau ada apa-apa di rumah, ada tamu yang lewat segala macam bisa langsung dikontrol,” lanjutnya.
Beralih ke lantai 2, terdapat kamar anak, kamar mandi, area servis di bagian belakang, dan master bedroom yang dilengkapi balkon. Lagi-lagi hanya ada satu jendela di kamar utama.
Apabila dilihat dari luar, ada kesan fasad yang manis dan minimalis. ”Kami kombinasikan dengan satu material untuk fasad dan atapnya, yakni dari metal. Tetap ada pola bertekstur meski bentuknya simpel,” kata Reinaldi.
Hunian yang mengusung gaya Japandi itu juga banyak menggunakan material kayu-kayuan. Terdapat kisi-kisi kayu yang memberikan sirkulasi lewat lubang udara menerus ke taman. Beberapa interior dari elemen kayu menggunakan material HPL.
Suasana di dalam ruangan makin terasa hangat dengan adanya hidden lamp di beberapa tempat. ”Di Marlin House ini semua barang ada tempatnya. Semua aktivitas ada tempatnya. Betul-betul diakomodasi se-compact mungkin,” tandasnya. (lai/c19/nor)
DAPUR TERDEPAN: Fasad menggunakan material metal dengan pola bertekstur. Jendela di lantai 1 merupakan area dapur yang ditempatkan di sisi paling depan. (Foto: Celvin Leowardi via Natabumi Studio)
Marlin House

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
