
AKSEN LENGKUNG: Shape lengkung pada outline bidang putih menambah sentuhan manis di fasad. (MARIO WIBOWO)
Ketika fasad kotak dan clean mendominasi desain hunian, arsitek Ivan Eldo berusaha menghadirkan sesuatu yang tak biasa. Principal architect STUDIE itu mengembalikan tren atap pelana lewat AI House. Dikombinasikan dengan sentuhan modern dan minimalis.
BENTUK fasad AI House dibuat berlandas pada layout bangunan. Di atas lahan seluas 135 meter persegi itu, pemilik menginginkan rumah yang terdiri atas tiga lantai. Lantai atas secara spesifik diinginkan sebagai attic atau loteng. Ivan pun mewujudkannya dengan gamblang. Loteng dibuat jelas terlihat dari fasad, yakni area yang terletak di balik bidang segitiga.
Area tersebut difungsikan sebagai ruang kerja dan hobi. Sengaja demikian agar dua kegiatan itu tidak terganggu aktivitas apa pun di bawahnya. Karena attic ’’berdiri’’ sendiri, sisi kanan dan kirinya akhirnya difungsikan sebagai rooftop. ’’Kalau mau me time, tinggal buka balkon dan akses langsung ke rooftop,’’ kata Ivan kepada Jawa Pos.
Fasad itu tidak semata-mata berbentuk segitiga yang kaku. Ivan memberi twist lewat pengaplikasian bidang putih yang seolah-olah menyelimuti. Adanya lengkungan pada outline bidang putih tersebut juga dikatakan Ivan sebagai pemecah kekakuan. Di antara bidang cokelat segitiga dan putih itu, dapat diselipkan hidden lighting yang menambah tampilan dimensi bangunan.
Menariknya, penempatan jendela pun dipikirkan sedemikian rupa agar fungsional. Misalnya, jendela pada attic yang posisinya pas setinggi meja kerja. ’’Sehingga kalau pakai meja itu, owner bisa melihat ke arah luar,’’ katanya. Pemilihan roster pada sisi kiri pun disesuaikan dengan fungsi ruang di baliknya. Yakni, area laundry.
AKSEN LENGKUNG: Shape lengkung pada outline bidang putih menambah sentuhan manis di fasad. (MARIO WIBOWO)
Sebagaimana layout rumah pada umumnya, lantai 1 ditetapkan sebagai area yang bersifat publik. Yakni, ruang keluarga, kamar tamu, kamar mandi tamu, pantri, dan toilet. Sedangkan lantai 2 berupa dua kamar anak dan satu kamar utama. Kamar utama berada di sisi belakang. Sebab, Ivan ingin mengutamakan privasi, apalagi kalau nantinya di depan AI House sudah dibangun rumah tetangga.
Alhasil, kamar utama pun dibuat menghadap lahan kosong di belakang rumah, lengkap dengan balkon. ’’Di sana paling enak view-nya,’’ katanya. Sementara itu, kamar anak yang berada di depan dibuat lebih tertutup.
Terdapat dua jendela kecil yang terlihat dari fasad. ’’Jendela kecil yang bawah itu setinggi kepala anaknya sekarang. Sedangkan jendela agak besar yang lebih tinggi bisa dipakai kalau anaknya sudah lebih besar,’’ terang Ivan.
Lantai 2 dan attic terhubung dengan tangga terbuka. Area itu pun dibuat double-height ceiling agar terasa lebih lega.
Selain itu, bentuk atap yang dibiarkan mengerucut mengikuti bentuk aslinya menambah nilai artistik tersendiri. ’’Saya menyebut rumah ini tropis minimalis, tapi mungkin sebagian orang melihat seperti bangunan Scandinavian karena bentuk segitiganya,’’ tandasnya. (adn/c7/nor)
---
AI House
---
HIGHLIGHTS

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
