
PUTIH ELEGAN: Dominasi warna putih dari eksterior hingga interior menonjolkan kesan klasik elegan ZuiHome.
ZuiHome yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan ini mengadaptasi gaya Eropa klasik. Bentuk fasad, layout ruang, hingga interiornya dirancang menyesuaikan kebutuhan rumah masa tua.
SEJAK awal, owner memiliki gambaran bentuk rumah yang kelak menjadi hunian masa tuanya. Pilihan tema jatuh pada rumah bergaya Eropa klasik yang elegan dan long-lasting. ”Karena ada pengalaman tertentu, saya memutuskan untuk tidak menggunakan arsitek. Jadi, benar-benar dibangun berdasar apa yang kami mau,” ujar owner ZuiHome Mila Meiliasari.
Sebagai gantinya, dia mengumpulkan banyak referensi untuk mendapatkan gambaran bangunan yang diinginkan. Salah satunya dari Pinterest. Untuk menguatkan nuansa Eropa klasik, dibuat gapura dengan lengkungan berlapis sebagai entrance.
Sisi kiri dan kanan dipenuhi jendela besar dengan aksen kotak-kotak. ”Di tiap kamar ada balkon dengan penambahan pagar kayak rumah-rumah di Paris. Kemudian dinding satu warna, putih, dan pintu hitam khas rumah klasik,” bebernya.
PUTIH ELEGAN: Dominasi warna putih dari eksterior hingga interior menonjolkan kesan klasik elegan ZuiHome.
Beranjak ke dalam, ada foyer yang siap menyambut tamu. Sebuah pembatas menghubungkan dengan ruang keluarga yang dibuat open plan. Mulai living, dining, dapur, ruang kerja, hingga butik di sisi kanan rumah.
Termasuk master bedroom yang umumnya berada di lantai atas, pada ZuiHome ditempatkan di lantai 1. ”Sengaja kami bikin di lantai bawah sehingga lebih aman dan nyaman untuk nanti saat sudah tua supaya nggak perlu naik turun tangga kan,” tutur ibu tiga anak tersebut.
Akses ke lantai 2 juga dibuat senyaman mungkin. Tangga railing besi itu diatur agar tidak bikin capek saat menaikinya. Tinggi anak tangga hanya sekitar 15–19 cm, sedangkan lebar pijakan berkisar 27–33 cm. Lantai 2 difungsikan khusus untuk kamar anak.
PERCIKAN BIRU: Sentuhan warna biru lewat bantal kursi dan vas di meja menjadi point of interest pada dining room.
Keseluruhan interior ZuiHome masih didominasi warna putih. Begitu pun perabotan di dalamnya. Dindingnya tidak dibiarkan polos. Wall moulding berbahan gipsum menambah kesan klasik dan estetis. ”Ada aksen perapian juga supaya ciri khas Eropa-nya makin kental. Tapi, karena iklim di Indonesia sudah panas, perapian hanya jadi hiasan, tidak difungsikan,” ungkapnya.
Aliran udara segar dan pencahayaan alami bebas keluar masuk lewat sekat pintu kaca geser yang membatasi antara ruang keluarga dan taman belakang. Secara keseluruhan, Mila cukup puas dengan hasil akhir ZuiHome meski tanpa arsitek. Terutama dalam hal bujet yang jadi lebih hemat.
”Sempat tanya arsitek bangun rumah seperti bayangan kami ini bujet berapa, di kisaran Rp 4,5 miliar. Ketika dijalani sendiri, bujetnya ternyata tidak sampai separonya. Tapi, harus komitmen untuk meluangkan waktu memantau prosesnya,” tandasnya. (lai/c7/nor)
---
HIGHLIGHT

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
