
VIEW LAWANG: Visual Casa de Montana yang memiliki muka karena terletak di posisi hook. Dari balkon master bedroom mendapat view sungai, dari rooftop bisa menikmati pemandangan Gunung Pancar.
Tampilan fasad yang "tak lazim” pada Casa de Montana karya Studio Lawang ini membuat siapa pun yang lewat menoleh. Tak lazim dalam konteks positif, tentu. Bentuknya yang serupa trapesium ini asimetris, tapi terlihat estetis.
PRINCIPAL architect Studio Lawang Patrisius Marvin Dalimartha menyatakan bahwa desain fasad dengan overhang atap tersebut lahir dari respons atas bentuk site, memaksimalkan view, serta mengantisipasi panas matahari.
Marvin menemukan formula yang pas antara fasad yang fungsional sekaligus tampil beda untuk rumah yang terletak di kawasan Sentul itu. Pada sisi barat, site tersebut mendapatkan view ke arah sungai. ’’Kamar utama dengan balkon tepat berada di sisi itu, kami ingin buka selebar-lebarnya untuk mendapatkan view yang optimal,’’ ujar Marvin.
Namun, ternyata membuka lebar fasad sisi barat punya risiko, yakni terpapar cahaya matahari yang cukup besar, khususnya saat siang sampai sore. Antisipasi pun dilakukan dengan menarik lebih panjang bagian atas fasad hingga membentuk overhang, supaya mampu meredam sinar matahari. ’’Secara teknis pun, perlu penguatan di sisi barat karena lebih panjang. Material rangka atap pakai baja ringan, bukan baja konvensional,’’ tegas Marvin.
Tidak berhenti di situ, karena posisi rumah ada di hook, di mana dua sisinya ’’bersentuhan” dengan rumah tetangga, fasad tidak bisa diseimbangkan secara simetris. Fasad pun ”ditekuk” ke bawah, menjadikannya punya pola yang unik.
Casa de Montana
Menyempurnakan fungsi fasad untuk meredam panas, fasad dibuat menjulang dengan tujuan bagian atas rumah memiliki ruang yang cukup untuk sirkulasi udara. ’’Jadi, menghasilkan bentuk seperti itu hasil dari respons yang saling berkaitan, yaitu bentuk site, view, dan antisipasi panas,” beber Marvin.
Masuk ke bagian interior, Marvin mengutamakan prinsip memaksimalkan space untuk berbagai kebutuhan ruang owner. ’’Dari awal desain dan layout ruangan, sebenarnya cenderung straight forward, tidak aneh-aneh,’’ urai Marvin.
Fokus mengakomodasi kebutuhan ruangan dan kenyamanan owner dengan mengedepankan fungsionalitas, di beberapa titik sentuhan estetis juga dihadirkan. Misalnya, aksen dinding di dekat tangga utama yang punya pattern sama dengan lantai. ’’Sengaja bahan dan pola yang digunakan di lantai kami tekuk naik untuk menjadi aksen di dinding,” tutur Marvin.
Casa de Montana
Casa de Montana terdiri atas dua lantai plus rooftop. Untuk plotting ruangan di lantai 1, pemilik meminta ada satu kamar yang dapat digunakan oleh tamu atau orang tua. Serta, ruang tengah yang terhubung dengan dapur.
Studio Lawang juga mengaplikasikan void sehingga ruang tengah makin spacious plus mendapat pencahayaan dan sirkulasi udara yang melimpah. ’’Sehingga secara visual dan audio lantai 1 dan 2 bisa menyatu. Dari lantai 1 tetap bisa berkomunikasi dengan yang ada di lantai 2, tanpa harus naik turun tangga,’’ beber Marvin.
Pada ruang tengah di lantai 2, terlihat bahwa ceiling rumah turut mengikuti bentuk fasad. Sebagai pelengkap, rooftop dihadirkan menjadi space bersantai sembari menikmati pemandangan 360 derajat kawasan Sentul dengan view Gunung Pancar. (agf/c12/nor)
---
HIGHLIGHTS

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
