
Founder Leder Haus Albert Tansil (kiri) dan Founder Laudem Deo Alvira.
JawaPos.com–Ketika balik ke rumah setelah beraktivitas seharian penginnya bisa lebih rileks. Pikiran lebih adem dan hati lebih senang.
Tentunya, untuk mewujudkan itu semua perlu dibutuhkan banyak hal. Seperti, rumah terlihat rapi, rumah tidak berantakan, wangi, bersih, dan paling penting tidak ada barang yang rusak ketika akan digunakan. Kesal tidak saat sofa bed yang sudah dibikin comfy dengan dipasangi synthetic leather, eh malah rusak. Leather terasa kasar atau berlubang.
”Kalau ketumpahan cairan, cukup dilap pakai lap kering,” tutur Ischa selaku prinsipal Leder Haus.
Ischa mengatakan, saat buyer mempunyai anak, dirinya merekomendasikan untuk memilih leather yang memiliki anti bacterial. Atau, bagi user leather yang rumahnya tipe open space dan penuh pencahayaan dari matahari bisa menggunakan leather anti UV.
”Variasi produk leather dengan fitur anti bacterial dan UV cukup banyak peminatnya di Surabaya. Karena itu, kami Leder Haus menunjuk Laudem Deo sebagai distributor resmi di Surabaya,” ungkap Ischa.
Dalam pembukaan showroom resminya di Green Lake Surabaya, Laudem Deo berkumpul bareng para interior desainer. Antara lain, Fake Architect Christian, Felandya, Yohanes Renovatio, hingga Sense Isle Studio.
”Laudem Deo distributor resmi dari Leder Haus. Leder Haus sendiri berdiri sejak 1986 di Jakarta, tapi memang belum ada showroom di Surabaya, sementara baru ada di Jakarta, Bandung, dan Bali,” tutur Alvira sebagai Founder Laudem Deo.
Alvira menuturkan, alasan mengapa memilih Kota Pahlawan untuk membuka showroom. Dia menilai, Surabaya menjadi kota besar kedua setelah Jakarta. Karena itu, pihaknya berharap pertumbuhan penjualan di Surabaya seperti di Jakarta.
Selain itu, menurut dia, Surabaya juga mempunyai desainer interior yang bertalenta. Melalui opening show room tersebut, Alvira ingin mengenalkan produk synthetic leather milik Leder Haus.
Untuk kualitas produk, dia mengungkapkan, menyediakan variasi produk dengan kualitas terbaik. Jenis produk pun beragam. Misalnya, produk dengan synthetic leather fabric look.
Tampilan produknya seperti kain, tapi bahannya leather. Ketika ketumpahan cairan, cairan tidak akan masuk ke dalam pori-pori synthetic leather fabric look. Kemudian, look produk juga lebih homey.
Asal produk yang ditawarkan ada dari Amerika Serikat hingga Prancis. ”Produk kami ada untuk flooring, pelapis sofa, pelapis meja, hingga sepatu. Fiturnya ada yang sudah dilengkapi dengan anti bakteri hingga anti UV,” jelas Alvira.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
