
Wiyoga Nurdiansyah Architects for Jawa Pos
Hunian yang dirancang Wiyoga Nurdiansyah Architects ini mengusung konsep rumah tropis dengan mengadopsi bentuk rumah tradisional Banjar yang berderet-deret. Konsistensi penggunaan material beton dan kayu menghasilkan karakter yang kuat.
---
BERADA di hook, rumah yang berlokasi di Tangerang Selatan ini memiliki dua sisi yang terbuka. Bentuknya yang tak biasa –berderet memanjang ke belakang mirip rumah tradisional– membuat orang-orang yang melintas tertarik mengamatinya.
Hunian berlantai 2 ini dirancang Wiyoga Nurdiansyah dan Rendi Yolanda Ilham. Wiyoga menerangkan bahwa Rumah Banjar dipilih sebagai model inspirasi untuk rumah dengan lahan memanjang tersebut.
"Susunan ruangannya berderet dari timur ke barat, semua menghadap ke arah taman. Sesederhana itu,” beber Wiyoga kepada Jawa Pos pada Kamis (30/9). Taman yang berada di sisi utara rumah tidak hanya berfungsi menambah keasrian, tetapi juga sebagai buffer (penyangga) terhadap privasi area dalam.
Photo
(Wiyoga Nurdiansyah Architects for Jawa Pos)
Banyak bagian menarik dari rumah yang menggunakan material utama beton dan kayu tersebut. Pertama, bentuk fasad depan rumah yang menghadap ke timur. Beton (concrete) dicetak dengan tekstur kayu sehingga antara molded concrete dan woodplank menghasilkan tekstur yang sama. Di bawah fasad beton tersebut terdapat carport yang berbatasan langsung dengan living room sekaligus ruang keluarga.
Garasi dan ruang keluarga dipisahkan sliding-folding door. Wiyoga sengaja mendesainnya demikian supaya area ruang keluarga ini bisa di-expand menjadi lebih luas saat dibutuhkan. ’’Kalau sehari-hari, pintu ditutup. Kalau ada acara, pintu bisa dibuka. Itu jadi satu kesatuan antara teras dan ruang keluarga,’’ lanjutnya.
Material ekspos diterapkan pada setiap elemen ruangan, baik bidang vertikal seperti dinding dan furnitur maupun bidang horizontal seperti langit-langit dan lantai. Konsistensi material menghasilkan ciri khas yang kuat pada ruangan. Hangat sekaligus sejuk secara bersamaan.
Photo
(Wiyoga Nurdiansyah Architects for Jawa Pos)
Rumah Banjar memiliki dua lantai. Lantai dasar untuk area publik, sedangkan lantai atas untuk area privat. Lantai dasar memuat ruang tamu, ruang makan, pantry, area servis, dan ruang studi. Bagian atas ruang studi itu dimanfaatkan sebagai roof garden.
Lantai atasnya terdiri atas dua kamar tidur yang dilengkapi kamar mandi. Setiap kamar di atas juga mendapatkan view ke taman dengan bukaan jendela yang lebar. Memanfaatkan jendela lebar itu, Wiyoga menambahkan window seat pada kamar.
Poin penting berikutnya adalah void. Menariknya, void itu didapatkan dari ”sobekan” pada dinding maupun ceiling berupa skylight. Wiyoga menuturkan, adanya void tersebut memungkinkan cahaya yang masuk tetap optimal, tetapi tidak terlalu terik. Dari segi estetika, keberadaan void juga menghasilkan kesan langit-langit rumah lebih tinggi. Padahal, tinggi ruangan di bagian depan rumah hanya 2,4 meter.
Photo
(Wiyoga Nurdiansyah Architects for Jawa Pos)
Meski terkesan besar dan megah, rumah ini dirancang dengan mengikuti tipologi keluarga yang menghuni. Wiyoga menyarankan desain rumah yang kompatibel sesuai jumlah penghuni. Ruang keluarga tidak terlalu besar, tetapi bisa ”diperluas” sesuai kebutuhan dengan bukaan yang lebar. "Kami selalu berusaha penggunaan AC itu hanya pada ruang kamar. Sisanya menggunakan penghawaan dan juga pencahayaan alami," jelasnya.
---
Photo
Wiyoga Nurdiansyah Architects for Jawa Pos
HOME’S FACTS
Photo
(Wiyoga Nurdiansyah Architects for Jawa Pos)
Photo
(Wiyoga Nurdiansyah Architects for Jawa Pos)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
