
WARNA NETRAL: Kamar tidur dengan perpaduan warna putih dan abu-abu menghasilkan kesan elegan. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
Desain modern minimalis masih menjadi andalan untuk menciptakan hunian yang terkesan clean hingga saat ini. Kuncinya, agar tidak terkesan monoton, lakukan mix and match warna dan pencahayaan yang sesuai.
---
MODERN minimalis identik dengan ruangan yang simpel dengan garis-garis tegas dan rapi. Di dalamnya hanya berisi elemen yang berjalan sesuai fungsinya. Modern minimalis mengeliminasi hal-hal yang sekiranya tidak diperlukan dalam ruangan tersebut. Entah itu berupa furnitur atau hanya berupa pemanis ruangan. Pada dasarnya, keindahannya didapat dari kesederhanaan.
Segala hal dalam ruangan itu hendaknya menambah value. Louise Marcel, desainer interior asal Surabaya, pun menerapkan hal itu dalam sebuah rumah di kawasan Surabaya Barat. Dimulai dari ruang tamu, Louise cukup menempatkan sofa dua seater ditambah dengan satu meja kecil berkaki tiga plus side table.
Furnitur yang kecil itu membuat ruangan terasa lebih lapang. ’’Sesuai dengan keinginan pemilik rumah yang ingin menciptakan banyak space kosong di dalam rumah,’’ kata owner Cozy Living Interior and Furniture tersebut kepada Jawa Pos akhir September lalu. Setelah ruang tamu, ada ruang makan yang menjadi satu dengan dapur. Louise ingin antara ruang tamu dan ruang keluarga diberi sekat untuk memberikan kesan yang lebih privat.
Baca juga: 6 Cara Ubah Interior Rumah Jadi Lebih Modern dan Kekinian
Namun, dia tidak ingin sekat yang terlalu besar dan tertutup. Untuk itu, dibuatlah partisi pendek berlubang agar angin yang masuk dari ruang tamu bisa menembus ke ruang makan dan dapur. ’’Kesannya juga nggak penuh,’’ tandas Louise. Dia memanfaatkan beberapa space agar berfungsi maksimal. Contohnya, area bawah tangga. Louise menjadikannya gudang kecil dan rak sepatu. Area itu ditutup dengan pintu agar tampak rapi.
Photo
(ANGGER BONDAN/JAWA POS)
Di sisi lain, pemilihan warna interior modern minimalis cukup tricky. Warna putih memang kerap dihadirkan untuk menampilkan kesan clean. Namun, dominasi putih yang terlalu ekstrem bisa membuat ruangan terkesan dingin dan kaku. Untuk itu, Louise menggunakan dominasi warna mocca. Misalnya, diterapkan pada wallpaper dan sofa di ruang tamu. ’’Warna mocca ini cenderung netral. Jadi, masih cocok dipadukan dengan warna lain,’’ ujarnya.
Selain mengombinasikannya dengan warna netral lain seperti hitam dan putih, Louise memadukan warna mocca dengan warna emas. Namun, warna emas yang digunakan bukan yang glossy, melainkan matte dan cenderung mengarah ke warna champagne. Diterapkan di beberapa elemen kecil. Misalnya, partisi ruang tamu, kaki meja, dan lampu gantung. ’’Biar nggak monoton sekaligus memberikan kesan mewah pada ruangan,’’ ujarnya.
Louise juga memadukannya dengan motif kayu yang dibiarkan terekspos. Misalnya, kayu mahoni solid yang menjadi focal point pada ruang makan. Berpadu manis dengan dinding HPL kayu yang memiliki warna lebih muda. Dia juga bermain-main dengan motif marmer pada beberapa sudut. Contohnya, area wastafel di lantai bawah serta island table dapur. Semua itu makin terlihat indah berkat pencahayaan maksimal dari jendela besar di sisi kanan ruang makan. ’’Kesan ruangan lapang, segar, tapi juga hangat,’’ tandasnya.
Photo
LAPANG: Ruang tamu diisi sofa two seater mocca dan ditambah meja kecil serta side table. Pencahayaan pada sudut menambah suasana hangat. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)
---
HIGHLIGHT
”LUKISAN” KAYU
Pada ruang tidur utama, terdapat satu sisi dinding yang penuh dengan motif tekstur alami kayu. Motif itu didapat dari dinding kayu berlapis duco, kemudian dilukis dengan tangan hingga menyerupai serat kayu.
WALK-IN CLOSET SPESIAL
Ruang tamu utama memiliki akses tangga sendiri. Tangga itu menuju ke area walk-in closet (WIC) untuk istri pemilik rumah. Sementara itu, untuk suami, WIC terletak di area di bawah tangga.
MARBLE ISLAND TABLE
Photo
(ANGGER BONDAN/JAWA POS)
Material marmer banyak digunakan, salah satunya pada bagian bawah island table. Namun, untuk bagian atasnya, digunakan material solid surface. Menurut Louise, marmer memiliki pori-pori yang masih bisa menyerap cairan sehingga kurang ideal untuk digunakan pada dapur.
---
HOME’S FACTS

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
