alexametrics

Sentuhan Jawa Klasik di Hunian Mungil Hoedy Asmara

Sarat Ukiran dan Barang Antik
4 Juli 2019, 17:47:01 WIB

MUNGIL, namun hangat dan cerita. Penataan ruangan dan perabot antik yang cermat membuat rumah Hoedy Asmara dan Retno Widyasih njawani. Suasananya juga nyaman meski luas rumah terbatas.

Dulu, Hoedy bercita-cita memiliki rumah dengan pintu gebyok dan berhias ukiran kayu nan halus. ’’Saya pengin rumah terasa njawani. Menyenangkan buat tuan rumah maupun tamunya,’’ ungkapnya. Hal itu terwujud di rumahnya di kawasan Rungkut, Surabaya, yang ditinggalinya selama lebih dari 30 tahun.

Begitu memasuki rumah, kita bakal disambut pintu gebyok dengan ukiran khas Jepara. Area itu tersambung dengan gazebo kecil yang rimbun. Ruangan tersebut jadi favorit kerabat Hoedy yang berkunjung. ’’Cocok buat melamun, apalagi pas ada angin sepoi-sepoi,” ucap Hoedy. Konsep rumah yang Jawa banget itu juga diterapkan pada desain ruangan.

Kaligrafi emas di ruang tamu merupakan kiswah atau kain penutup Kakbah. Beratnya mencapai 70 kg, berbahan sutra murni dan kawat halus emas. Saat dibawa pulang dari Tanah Suci, kiswah itu nyaris ditahan di bandara. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Langit-langit dibuat tinggi dengan rangka atap yang terekspos. Bukan berupa plafon datar konvensional. ’’Ruangan kelihatan lebih lega, tinggi, dan adem,’’ ujar pria yang dulu berprofesi sebagai pengacara tersebut. Di samping itu, ada beberapa bagian atap yang dibuat dari genting kaca untuk penerangan.

Interior rumah pun menarik. Area ruang tamu berlatar bata ekspos. Ukiran khas Jepara membingkai dinding, berhias kaligrafi. Suasana hangat ditunjang pencahayaan kuning yang tetap terang. Sementara itu, di bagian dalam rumah, ukiran-ukiran Jepara dan Kudus tetap ada. Namun, kali ini dipadukan dengan warna putih polos.

AREA PRIBADI: Lantai 2 menjadi area pribadi pemilik rumah. Karena kedua anaknya telah berkeluarga, hanya ada satu kamar yang ditempati. Satu ruangan difungsikan untuk beribadah. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Di hampir seluruh ruangan, Hoedy ’’menitipkan” barang-barang antik kesayangannya. ’’Ngumpulinnya mulai dulu pas aktif dinas. Sekarang udah enggak, pensiun,’’ kelakarnya. Barang-barang antik itu berupa meja dengan ukiran, jam dinding, guci, hingga piring porselen. Lampu yang digunakan pun berhias kap klasik. Semua barang tersebut bersih dan terawat.

Dalam memilih barang antik, pria kelahiran Semarang itu tidak mengincar nilai historis. Apalagi mematok pencarian barang dengan harga tinggi. ’’Ada yang saya beli Rp 2 ribu, Rp 10 ribu, tergantung kondisi keuangan saat itu. Yang penting, barang terawat dan kualitasnya masih baik,” paparnya.

Merawat Ukiran

  • Perawatan Rutin: Lap atau kuas lembap, lalu biarkan kering dengan cara dikipas. Jangan gunakan hairdryer yang cenderung panas.
  • Perawatan Berkala: Pelitur ulang. Namun, hal tersebut akan membuat kayu tampak lebih gelap. Gunakan bio polish seperti linseed oil untuk pelapis tipis sehingga kayu tetap mengilap dan awet.

Perhatikan sebelum Beli: 

  • Pastikan kayu yang akan digunakan telah melalui proses oven agar tidak mengalami deformasi.
  • Agar kayu untuk kusen tidak mudah susut, pastikan pengukuran tepat. Bila diletakkan di luar ruangan, lapisi dengan finishing yang baik.
  • Untuk mencegah lembap, pori kayu sebaiknya telah dilapis dengan wood filler atau finishing seperti pelitur, melamin, dan polyurethane.
  • Bila tidak telaten merawat, pilih motif 2D printing atau motif 3D dengan corak dangkal yang diproduksi mesin dengan finishing close pore yang minim perawatan.

Tentang Rumah Hoedy

  • Dibeli pada 1986.
  • Konsep rumah klasik khas Jawa diterapkan mulai 2000.
  • Meski mungil, ada lorong kecil di antara rumah Hoedy dan tetangga sehingga ruang di lantai atas memiliki jendela samping yang bisa dibuka tutup.
  • Ada tiga ukiran utama di rumah itu. Yakni, ukiran khas Jepara, Kudus, dan Madura.

 

Meja di lantai 2 dibeli di salah satu toko barang antik di Surabaya yang kini tutup. Sejak dibeli, cucu-cucu Hoedy yang masih kecil kerap menunjuk meja dan menyatakan ada seseorang di meja tersebut. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Pintu kupu tarung penghubung ruang tamu dan ruang tengah dibuat dengan material kayu dan kaca es berwarna. Karena sering digunakan sebagai latar foto, Hoedy menambahkan lampu spotlight di bagian atas. (Angger Bondan/Jawa Pos)
SPOT FAVORIT: Meski ada ruang tamu, banyak tamu yang memilih mengobrol di area gazebo yang rindang. Di area tersebut, Hoedy meletakkan ukiran Madura yang lebih berwarna.(Angger Bondan/Jawa Pos)

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : fam/c18/jan

Close Ads