Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juli 2024 | 21.10 WIB

Hunian dengan Japanese Style, Look-nya Natural dari Material "Batu" Resin dan Rotan Sintetis

EARTH TONE: Nuansa warna yang mendominasi interior FS House membuat hunian ini terasa hangat. (Tristan Salim via DVAL Studio)

Hunian di Surabaya Barat ini bergaya modern Japanese dengan sentuhan kontemporer. Detail interiornya didominasi bentuk-bentuk unik dan nuansa earth tone yang menghadirkan kesan natural.

SEJAK awal, arsitek Jonathan Davy mendapat kebebasan penuh untuk mengekspresikan konsep desain hunian ini. Karena pemilik memiliki taste budaya Jepang, dipilihkan modern Japanese style dengan sentuhan kontemporer.

”Yang jadi tantangan adalah bagaimana kami merenovasi rumah dengan layout existing bawaan developer, tapi bisa menghadirkan suasana ruang sesuai konsep,” beber arsitek DVAL Studio tersebut.

Proses renovasi berjalan tanpa membongkar ulang lantai atau plafon. ”Karena diperuntukkan sebagai rumah utama tempat pemilik beristirahat, kami gunakan warna-warna earth tone cenderung warm,” imbuhnya.

Tone warna hangat selaras dengan dominasi material kayu pada FS House. Untuk memberikan sentuhan kontemporer, aksen warna merah ditambahkan pada powder room existing.

Kesan modern didapat dari garis-garis diagonal pada plafon serta pencahayaan yang disusun sedemikian rupa. ”Secara keseluruhan, rumah ini menggunakan banyak pintu seamless sehingga terkesan minimalis. Kami juga bereksperimen dengan material khusus,” sambung Jonathan.

Beberapa furnitur menggunakan anyaman rotan sintetis. Misalnya, pada lemari yang ada di walk-in closet, kabinet pantry, kabinet living area, dan kabinet di ruang kerja. ”Rotan sintetis relatif low-maintenance karena sifatnya tidak susut atau memuai terlalu banyak, dan tidak terpapar oleh lumut saat lembap,” terangnya. Tampilannya tak kalah cantik dengan rotan natural.

Tak hanya itu, perpaduan material khusus juga menghasilkan bentuk-bentuk unik seperti batu besar pada island table di walk-in closet dan pantry. ”Batu” tersebut dibuat dari bahan dasar resin yang dilapisi cat wash tekstur dengan motif acian.

Teknik yang sama dilakukan pada dinding batu kamar dan living room. ”Teknik ini cukup mudah diaplikasikan dan relatif lebih awet serta cost-effective daripada penggunaan semen atau acian yang bisa retak jika terbentur,” paparnya.

Kesan bebatuan dikombinasikan dengan ceiling kayu berbahan plywood dan lantai batu andesit. Di sisi lain, special textured paint digunakan sebagai finishing dinding dekat tangga.

Hunian di kawasan Surabaya Barat itu terbagi menjadi empat zona utama. Yakni, living area, utility area, entertainment area, serta resting area. Living area yang berada di bagian depan entrance dibuat open space sebagai pusat aktivitas. ”Pada entertainment area terdapat furnitur yang mengutamakan aktivitas personal pemilik rumah, juga untuk bersantai yang lebih privat,” pungkasnya. (lai/c12/nor)

FS House

  • Arsitek: Jonathan Davy (DVAL Studio)
  • Luas lahan: 200 meter persegi
  • Luas bangunan: 240 meter persegi
  • Lama pengerjaan: 6 bulan
  • Lokasi: Surabaya Barat

 Baca Juga: M House, Hunian di Cianjur Jadikan Minioase Sebagai Jantung Rumah, View-nya Menyejukkan

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore