Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 November 2023 | 16.20 WIB

Mengenal Arsitektur Malam, Tren Yang Diterapkan di Fasad Gedung untuk Reklame

Sony Center, Berlin. - Image

Sony Center, Berlin.

JawaPos.com - Belakangan ini banyak gedung yang menjadikan fasad gedungnya tempat beriklan. Terutama iklan jenis videotron. Iklan videotron itu mulai tren belakangan di gedung-gedung bertingkat untuk ruang bereklame.

Konsep fasad bangunan itu disebut dengan arsitektur nokturnal atau arsitektur malam. Dikutip dari thiscityknows.com, istilah arsitektur malam dapat diatribusikan kepada arsitek Raymond Hood.

Raymond Hood mempopulerkan istilah arsitektur malam dalam tulisannya di Buletin Perusahaan General Electric edisi khusus yang berjudul "Arsitektur Malam” pada 1930.

Arsitektur malam mengenalkan konsep dan prinsip-prinsip desain yang terfokus pada pencahayaan malam, memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk pandangan arsitektur terhadap penggunaan pencahayaan buatan.

"Kemungkinan penerangan malam hampir tidak tersentuh. Pada akhirnya, penerangan malam pada bangunan akan dipelajari persis seperti yang dipelajari Gordon Craig dan Norman Bel Geddes dalam penerangan panggung," tulis Raymond Hood yang dilansir thiscityknows.com..

Dikatakan Raymond Hood, para arsitek berusaha mencoba mendapatkan efek warna dari sumber yang berbeda-beda, arah cahaya, pola, dan gerakan. Iluminasi itu hanyalah permulaan dari sebuah seni yang dapat berkembang seiring dengan berkembangnya musik modern dari pukulan tom-tom yang sederhana.

Fokus utama arsitektur malam memaksimalkan efek pencahayaan malam, tidak hanya melibatkan pencahayaan internal di dalam bangunan, tetapi juga pencahayaan yang diterapkan pada elemen fasad.

Tren penggunaan pencahayaan buatan mulai menjadi perhatian utama dalam menciptakan atmosfer dan visual yang menarik pada lingkungan bangunan pada waktu malam.

Sejak abad ke-19 dan ke-20, arsitek dan desainer telah mengadopsi konsep arsitektur malam ini sebagai fitur menarik dalam desain gedung pencakar langit dan bangunan komersial.

Ide utama di balik pendekatan ini adalah menciptakan sistem pencahayaan yang dirancang khusus untuk mengatasi tantangan lingkungan perkotaan pada malam hari. Arsitektur malam memperkuat identitas visual bangunan dan meningkatkan pengalaman estetika. Fungsionalitas arsitektur malam dilakukan ketika matahari telah terbenam.

Kini panel iklan telah berhasil mendominasi pemandangan gedung-gedung tinggi melalui penerangan yang memukau. Semua itu semata-mata bertujuan untuk menciptakan fitur estetika yang menakjubkan.

Salah satu kebangkitan signifikan dalam konsep arsitektur malam dimulai pada 1977. Kala itu cahaya sorot kembali menjadi pusat perhatian. Situasi itu berbeda dengan empat dekade sebelumnya. Kala itu perhatian utama beralih ke penggunaan komputerisasi yang canggih.

Kini, semakin banyak penggunaan layar LED besar. Seperti yang dapat ditemukan pada lantai atas Empire State Building di New York. Gedung itu dihiasi lampu sorot.

Konsep arsitektur cahaya meraih popularitasnya pada beberapa dekade terakhir abad ke-20. Kini pencahayaan kota telah menjadi penyebab utama mengapa langit malam sulit untuk dinikmati dengan pemandangan bintang yang jelas.

Polusi cahaya menjadi konsekuensi dari penggunaan berlebihan dan tidak terkendali dari cahaya buatan. Lampu-lampu kota secara tanpa izin memancarkan cahaya ke area terlarang dan ke titik yang tidak dibutuhkan. Contohnya terdapat di Brussel. Di sana seperti kota lampu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore