
Ilustrasi logo PlayStation. (Sony)
JawaPos.com - Keputusan Sony menghentikan perilisan game baru dalam format cakram mulai Januari 2028 masih menuai penolakan dari sebagian penggemar. Namun, data terbaru menunjukkan pasar game fisik memang terus menyusut, sehingga langkah tersebut dinilai memiliki dasar bisnis yang kuat.
Direktur Senior sekaligus penasihat industri di Circana, Mat Piscatella, mengungkapkan bahwa sepanjang 2026 hanya tujuh game PlayStation yang berhasil terjual lebih dari 100.000 unit fisik di Amerika Serikat. Bahkan, pada pekan yang berakhir 11 Juli 2026, hanya dua game PlayStation yang mampu mencatat penjualan fisik di atas 10.000 kopi.
Piscatella kemudian meluruskan bahwa data tersebut bukan hanya mencakup game eksklusif PlayStation. Angka itu merupakan total penjualan fisik seluruh game di platform PlayStation, dari semua penerbit dan semua generasi konsol PlayStation.
Data tersebut diunggah Piscatella melalui akun Bluesky sebagai tanggapan atas ramainya kritik terhadap Sony setelah mengumumkan akan menghentikan distribusi game dalam bentuk cakram.
Menurutnya, protes para penggemar tetap sah untuk disampaikan. Namun, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap game fisik sudah jauh menurun.
"Dua game video PlayStation terjual lebih dari 10.000 unit fisik di AS selama minggu yang berakhir pada 11 Juli 2026. Tujuh game telah terjual lebih dari 100.000 unit fisik sepanjang tahun ini," tulis Piscatella seperti dikutip dari Shane The Gamer.
Tren serupa juga terlihat di Inggris. Jurnalis industri game dari The Game Business, Christopher Dring, mengungkapkan bahwa sekitar 1.000 kopi fisik saja sudah cukup untuk menempati peringkat kesembilan tangga penjualan game fisik di Inggris pada pekan lalu.
Posisi tersebut ditempati Pokemon Legends: Z-A, sementara remake Star Fox berada di posisi ke-10. Artinya, game eksklusif Nintendo Switch 2 yang baru dirilis itu diperkirakan hanya terjual sekitar 1.000 kopi fisik atau bahkan kurang dalam satu pekan.
Gabungan data dari Amerika Serikat dan Inggris memperlihatkan bahwa keputusan Sony bukan semata-mata memaksa pasar beralih ke digital, melainkan respons terhadap pasar game fisik yang terus mengalami kontraksi.
Meski begitu, reaksi negatif dari komunitas gamer belum juga mereda. Tiga pekan setelah pengumuman tersebut, berbagai video terbaru di kanal YouTube resmi PlayStation, termasuk trailer game indie yang sejak awal memang tidak direncanakan hadir dalam versi fisik, masih dipenuhi komentar yang memprotes kebijakan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022