Ilustrasi: Fitur baru WhatsApp dipastikan akan segera hadir untuk pengguna di Indonesia. (Istimewa).
JawaPos.com - WhatsApp resmi memperkenalkan fitur keamanan baru bernama Pengaturan Akun Ketat (Advanced Account Protection), yang dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra bagi pengguna dengan risiko tinggi terhadap serangan siber, seperti jurnalis, aktivis, dan tokoh publik.
Fitur ini diumumkan di tengah meningkatnya ancaman peretasan, spyware, dan pengintaian digital yang menyasar individu dengan akses informasi sensitif.
WhatsApp menegaskan bahwa privasi percakapan tetap menjadi prinsip utama platform, yang selama ini dijaga melalui penerapan enkripsi end-to-end secara default.
Namun, perusahaan mengakui bahwa enkripsi saja belum selalu cukup menghadapi serangan siber yang semakin canggih dan terarah. Oleh karena itu, Pengaturan Akun Ketat dirancang sebagai lapisan keamanan tambahan bagi pengguna yang membutuhkan perlindungan maksimal.
Saat fitur ini diaktifkan, sejumlah pengaturan akun akan otomatis dikunci pada level paling ketat. Salah satu dampaknya, pengguna tidak akan dapat menerima lampiran atau media dari nomor yang tidak tersimpan di daftar kontak, sehingga mengurangi risiko penyebaran malware melalui pesan pribadi.
Selain itu, beberapa cara kerja WhatsApp juga akan dibatasi untuk meminimalkan celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Meski demikian, WhatsApp menyebut fitur ini bersifat opsional dan hanya perlu diaktifkan oleh pengguna yang merasa membutuhkannya.
Pengaturan Akun Ketat akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Pengguna dapat mengaktifkannya melalui menu Pengaturan > Privasi > Lanjutan, setelah fitur tersebut tersedia di akun masing-masing.
Peluncuran fitur ini diklaim menjadi bagian dari upaya berkelanjutan WhatsApp dalam merespons meningkatnya kekhawatiran global terkait keamanan komunikasi digital, terutama di kalangan pekerja media dan pembela hak asasi manusia.
Di sisi teknis, WhatsApp juga mengungkapkan bahwa mereka telah mulai menggunakan bahasa pemrograman Rust di balik layar. Langkah ini bertujuan memperkuat perlindungan foto, video, dan pesan dari ancaman seperti spyware, sekaligus meningkatkan ketahanan sistem terhadap eksploitasi keamanan.
Dengan kombinasi enkripsi end-to-end, Pengaturan Akun Ketat, dan pembaruan teknologi internal, WhatsApp berupaya menjaga ruang percakapan digital tetap privat dan aman di tengah lanskap ancaman siber yang terus berkembang.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
