Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2023 | 02.06 WIB

Meta Mempertimbangkan Versi Instagram dan Facebook bebas Iklan, Tapi Berbayar

Meta, induk perusahaan Facebook. - Image

Meta, induk perusahaan Facebook.

 
JawaPos.com - Meta, perusahaan induk Instagram dan Facebook dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menawarkan versi platform media sosialnya yang bebas iklan. Namun, opsi tersebut hanya tersedia untuk pengguna di wilayah Eropa saja menurut laporan dari The Wall Street Journal.
 
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap peraturan privasi Uni Eropa baru yang mengharuskan Meta mendapatkan persetujuan pengguna sebelum menampilkan iklan bertarget kepada mereka. Jika tidak, mereka tidak boleh melakukan hal tersebut, menyajikan iklan kepada pengguna.
 
Meminta persetujuan pengguna dapat merugikan keuntungan perusahaan karena sebagian besar pengguna kemungkinan besar tidak bersedia membagikan data mereka. Hal ini dapat mengurangi pendapatan iklan Meta, yang merupakan sumber pendapatan utamanya.
 
Untuk mengatasi hal ini, Meta sedang mempertimbangkan membebankan biaya bulanan kepada pengguna untuk menghapus iklan dari feed media sosial mereka. Berdasarkan rencana yang diusulkan, pengguna di Eropa perlu membayar biaya bulanan untuk menghapus iklan dari Instagram dan Facebook mereka.
 
Ini akan menjadi pertama kalinya Meta membebankan biaya kepada pengguna untuk akses ke layanan intinya. Paket berlangganan bebas iklan diperkirakan berharga sekitar EUR 13 atau berkisar Rp 212 ribuan per bulan pada perangkat seluler dan EUR 10 per atau berkisar Rp 163 ribuan bulan pada browser web.
 
Pengguna juga perlu membayar tambahan EUR 6 atau berkisar Rp 98 ribuan untuk setiap akun tambahan. Tidak jelas kapan paket berlangganan bebas iklan akan diluncurkan di Eropa, dan apakah akan ditawarkan di wilayah lain di masa mendatang. 
 
Namun, Meta dikatakan sedang berdiskusi dengan pengawas privasi di Belgia dan Irlandia mengenai rencana tersebut. Perusahaan dilaporkan menamakannya “langganan tanpa iklan,” atau SNA, dan mungkin mulai diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang.
 
Diketahui, model bisnis Meta saat ini mengandalkan iklan bertarget, yang didasarkan pada data pengguna. Namun, peraturan privasi baru di UE akan mempersulit perusahaan mengumpulkan dan menggunakan data pengguna untuk tujuan periklanan.
 
Paket berlangganan bebas iklan adalah salah satu cara Meta dapat terus menghasilkan pendapatan dari platform media sosialnya di Eropa, sekaligus mematuhi peraturan privasi baru.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore