
Photo
JawaPos.com - No debat, kita masyarakat biasa yang bukan dari kalangan medis kerap dibuat pusing oleh resep obat yang masih ditulis langsung oleh dokter. Tulisannya acak-acakan, susah dibaca, hurufnya tidak jelas dan salah-salah malah bisa bikin gagal dibaca yang menyebabkan salah memberikan obat.
Selama bertahun-tahun, sejumlah besar dokter memang diketahui telah menulis resep obat mereka dengan sangat cepat, sehingga sulit bagi pasien untuk memahami apa yang telah mereka tulis. Seperti sudah disinggung di atas, jika bukan dari kalangan medis, tulisan resep obat dokter tak akan mudah dipahami.
Concern dengan masalah ini, Google menyiapkan solusinya. Google sekarang mencoba untuk mengatasi masalah ini dengan bekerja sama dengan para apoteker untuk menciptakan cara menguraikan tulisan tangan dokter yang susah dibaca tadi.
Google dilaporkan sedang menguji aplikasi baru yang bertujuan untuk mengurangi jumlah kesalahan yang disebabkan oleh tulisan tangan dokter pada resep medis. Menurut TechCrunch, aplikasi yang saat ini dalam tahap purwarupa penelitian, memungkinkan pengguna mengambil foto resep atau mengunggahnya dari library foto mereka.
Aplikasi kemudian memproses gambar dan menyorot obat yang tertulis di resep. Aplikasi ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai teknologi bantuan bagi para apoteker, bukan menggantikan penilaian mereka.
Seorang eksekutif Google kemudian mendemonstrasikan teknologi tersebut pada konferensi tahunan Google untuk perusahaan dari India. Meski sudah dipamerkan, tetapi belum ada keputusan yang dibuat tentang apakah atau kapan Google akan meluncurkan aplikasi tersebut.
Diketahui memang tulisan tangan yang buruk pada resep medis dapat menyebabkan kesalahan farmasi yang serius dan bahkan kematian karena kecelakaan. Sebuah laporan dari Institute of Medicine (IOM) memperkirakan bahwa 1,5 juta cedera terjadi setiap tahun akibat kesalahan membaca tulisan tangan yang ceroboh oleh apoteker dan petugas kesehatan.
Beberapa negara bagian di Amerika Serikat (AS) misalnya telah menerapkan sistem peresepan elektronik sebagai upaya untuk mengurangi kesalahan ini. Jika berhasil, aplikasi yang dikembangkan oleh Google bisa menjadi alat yang membantu dalam mengurangi jumlah cedera akibat tulisan tangan yang buruk pada resep medis.
Ini berpotensi digunakan oleh pasien dan profesional kesehatan di seluruh dunia, tidak hanya di India. Jadi, kapan kira-kira Google akan meluncurkan aplikasi ini? Kita nantikan saja.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
