Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juli 2024 | 02.32 WIB

Ransomware Bobol PDN, BNI Siapkan Jurus Jitu Cegah Kebocoran Data di Aplikasi M-Banking

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Royke Tumilaar. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Royke Tumilaar. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - PT Bank Negara Indonesia (BNI) memastikan keamanan data nasabah di tengah meningkatnya ancaman cyber terhadap perbankan. Apalagi beberapa hari belakangan ini Tanah Air sedang diramaikan kasus kebocoran data pemerintah yang dibobol Ransomware.

Direktur Technology and Operations PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Toto Prasetio memastikan aplikasi terbaru, wondr by BNI, telah dijaga oleh keamanan berlapis.

“Pastinya pada saat kita mendesain aplikasi ini, kita juga menggunakan standar keamanan yang terbaik. Jadi ada beberapa layer yang saya sebutkan. Jadi layer yang paling atas edukasi, edukasi ke nasabah agar supaya menggunakan atau meng-keep password-nya dengan hati-hati, supaya tidak terjadi yang namanya social engineering,” kata Toto dalam konferensi pers usai peluncuran wondr by BNI di Jakarta, Jumat (5/7).

“Nah layer yang di bawahnya, kita juga membuat ada kontrol terhadap aplikasinya, apa prosesnya yang ada,” imbuhnya.

Lebih lanjut Toto menyebut, seluruh lapisan keamanan itu nantinya akan dijaga ketat oleh Artificial Intelligence (AI). Bahkan untuk bisa masuk ke dalam aplikasi, pihaknya menerapkan multi-factor authentication, mulai dari password hingga pin.

“Nah ketiga layer di bawahnya, kita apply yang namanya teknologi security-nya. Teknologi security-nya apa yang kita taruh disitu? Kita apply yang namanya AI, Artificial Intelligence,” jelas Toto.

“Artificial Intelligence, pada saat kita melakukan liveness detection, bahwa memang bukan fake. lalu kita meng-adopt yang namanya multi-factor authentication. Jadi kita password ada, lalu kita ada mobile pin, yang agar men-translate dari password-nya yang ada,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Toto juga membeberkan pihaknya pun menerapkan faktor keamanan seperti NCC, enkripsi data. Sehingga hal yang berkaitan dengan server-server dipastikan tidak bisa diakses sembarang orang, termasuk backup-nya.

“Adapun layer yang terakhir untuk behavior, kita juga pasang anti-fraud, fraud management system. Jadi kita bergantung daripada transaksi yang behavior daripada nasabah, pada saat ada anomali, pastinya transaksinya kemudian kita tolak,” ujar Toto.

“Jadi ini kelebihan-kelebihan yang kita apply, agar yang namanya wondr by BNI menjadi secara security, insya Allah jadi state of the art yang paling baik,” pungkasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore