Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2023 | 00.07 WIB

Ancam Privasi dan Berbahaya, India Larang Ratusan Aplikasi Tiongkok

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pemerintah India telah mengambil tindakan cepat terhadap sejumlah aplikasi bikinan Tiongkok. Setelah analisis menyeluruh terhadap 288 aplikasi Tiongkok, Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India (MeitY) melarang total 230 aplikasi atas dasar "mendesak" dan "darurat".

Keputusan dibuat berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri India. Dilansir dari LiveMint, Selasa (14/2), hal ini didasari potensi akses yang dimiliki aplikasi ini ke data pribadi warga negara India. Beberapa aplikasi yang dilarang mencakup aplikasi fintech dan game yang mengandung unsur perjudian.

Ini terjadi setelah banyak laporan pemerasan dan pelecehan terhadap individu yang mengambil pinjaman kecil melalui aplikasi tersebut. Dalam beberapa kasus, suku bunga dinaikkan secara mengejutkan sebesar 3.000 persen per tahun.

Ketika debitur tidak dapat membayar kembali, mereka menjadi sasaran pesan ancaman konten tak senonoh. Tragisnya, hal ini menyebabkan sejumlah kasus bunuh diri di negara bagian Andhra Pradesh dan Telangana di India.

Menanggapi laporan ini, berbagai negara bagian dan badan intelijen menyerukan agar aplikasi ini diambil tindakan. Sebanyak 94 aplikasi yang dilarang ditemukan tersedia di toko aplikasi, sementara yang lain didistribusikan melalui tautan pihak ketiga.

Pemerintah selanjutnya mengeluarkan peringatan, mengingatkan warga bahwa taruhan dan perjudian adalah ilegal di sebagian besar negara dan iklan untuk platform taruhan ini juga ilegal berdasarkan Undang-undang Perlindungan Konsumen di India, Undang-undang Peraturan Jaringan TV Kabel 1995, dan Aturan IT, 2021.

Larangan terbaru ini muncul setelah tindakan sebelumnya diambil terhadap aplikasi Tiongkok, termasuk TikTok, Xender, dan PUBG Mobile, yang dianggap mengancam kedaulatan dan keamanan India.

Pemerintah memberlakukan larangan berdasarkan Bagian 69A Undang-undang Teknologi Informasi, karena server di negara yang bermusuhan menerima dan menggunakan data sensitif pengguna secara tidak benar.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore