Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Februari 2024 | 14.52 WIB

Mengungkap Alasan Meta Mengeluarkan Miliaran Dollar untuk Penutupan Kantor dan Pemutusan Karyawan

Mark Zuckerberg di peternakannya. - Image

Mark Zuckerberg di peternakannya.

JawaPos.com - Ingat ketika kekhawatiran investor muncul terkait pengeluaran besar Mark Zuckerberg di Metaverse dan realitas virtual?

Yup, hal itu masih terjadi, pada tahun lalu, Meta mengalami kerugian sebesar $16,1 miliar di divisi "Reality Labs," yang bertanggung jawab atas produk seperti kacamata Oculus. Angka ini naik dari kerugian sebesar $13,7 miliar pada tahun 2022.

Dan yang membuatnya semakin mencolok, kerugian ini semakin bertambah cepat, pada kuartal terakhir tahun 2023, Meta mencatat kerugian sebesar $4,6 miliar di Metaverse.

Namun, Mark Zuckerberg berjanji kepada para investor bahwa ini belum selesai: "Untuk Reality Labs, kami memperkirakan kerugian operasional akan meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun karena upaya pengembangan produk kami yang berkelanjutan dalam augmented reality/virtual reality dan investasi kami untuk meningkatkan skala ekosistem kami." demikian diungkapkan dalam rilis pendapatan terbaru Meta.

Tetapi kali ini, investor sangat positif terhadap investasi Metaverse Zuckerberg. Saham Meta mencapai puncak sepanjang masa, melesat sekitar 12% setelah pengumuman ini.

Apa pemicunya?

Jawabannya sederhana, Meta berencana untuk terus melakukan pembelian kembali sahamnya, hal yang selalu diinginkan oleh Wall Street dan untuk pertama kalinya, akan memberikan dividen kepada para pemegang saham.

Namun, yang lebih signifikan, Meta telah berhasil meningkatkan keuntungan perusahaan selama beberapa tahun terakhir dengan mengurangi biaya, termasuk mengurangi pegawai dan sewa kantor, Business Insider, Jum'at (2/2).

Pada tahun lalu, Meta menginvestasikan $3,5 miliar untuk restrukturisasi, dengan $2,5 miliar dari "konsolidasi fasilitas" dan $1 miliar untuk "pesangon dan biaya personel lainnya."

Ini mencakup penutupan kantor dan pemecatan karyawan, menyebabkan penurunan tenaga kerja sebesar 22%, dengan total 67.300 karyawan.

Hasilnya, margin keuntungan Meta meningkat secara signifikan. Pendapatan naik 16%, pendapatan operasional melonjak 62%, dan keuntungan meningkat 69%.

Meskipun pemimpin perusahaan Teknologi Besar menekankan efisiensi, pesannya pada Wall Street adalah bahwa mereka mampu meningkatkan keuntungan, meskipun di tengah perubahan dan pengeluaran baru.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore