
Photo
JawaPos.com - Jagat media sosial Tanah Air sedang dibikin heboh oleh rencana Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir Facebook, WhatsApp, Instagram dan bahkan Google. Hal ini menyusul aturan yang mewajibkan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat untuk melakukan pendaftaran ke basis data pemerintah. Jika tidak mendaftar, PSE tadi terancam diblokir pada 21 Juli mendatang.
Hal ini kemudian memunculkan situs bernama Kominfu yang jika diklik, di situs tersebut akan muncul countdown atau hitung mundur yang menyebut bahwa tanggal tersebut akan terjadi kiamat internet di Indonesia. Disebut Kiamat internet karena begitu aplikasi-aplikasi itu diblokir, masyarakat Indonesia tidak bisa lagi menggunakannya.
Memang, terkait wacana aturan ini ditanggapi beragam oleh warganet. Ada yang mendukung, namun tidak sedikit yang menentang keharusan pendaftaran dan ancaman pemblokiran tersebut. Termasuk munculnya laman Kominfu adalah salah satu bentuk protes masyarakat terhadap rencana tersebut.
Ditelusuri lebih jauh ihwal situs tersebut, tidak ditemukan individu atau organisasi tertentu yang tercantum sebagai pembuat laman tersebut. "The Indonesian government plans to ban "online service providers" including Google, Meta, Twitter, and many others. This is the countdown," tulis laman tersebut.
Jika diartikan, "Pemerintah Indonesia berencana untuk memblokir 'penyedia layanan daring' termasuk Google, Meta, Twitter, dan lain-lain. Inilah hitung mundurnya." "Ingat teman-teman, sensor yang sewenang-wenang adalah pelanggaran hak asasi manusia yang jelas!" tulis laman tersebut lebih lanjut.
Selain itu, situs tersebut juga mengajak pengunjungnya untuk menandatangani petisi yang diinisiasi oleh SAFEnet, di mana isinya adalah penolakan regulasi Kemkominfo ini. Situs tersebut juga memasukkan beberapa cuitan warganet di Twitter, yang menolak Kominfo blokir dan keharusan pendaftaran berbagai layanan daring tersebut, serta berbagai alasannya.
Sampai hari ini, dari pihak Kemenkominfo belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai rencana tersebut apakah akan jemput bola ke PSE-PSE yang belum mendaftar atau belum. Google sebelumnya mengaku akan patuh dan berencana mendaftar. Sementara pihak Facebook juga belum menjawab saat dikonfirmasi JawaPos.com mengenai langkah mereka selanjutnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
