Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Desember 2023 | 17.15 WIB

ChatGPT Bakal Mulai Dibawa ke Kurikulum Sekolah, Dinilai Bermanfaat di Dunia Pendidikan

Ilustrasi: ChatGPT terus diperluas peruntukan dan manfaatnya. - Image

Ilustrasi: ChatGPT terus diperluas peruntukan dan manfaatnya.

JawaPos.com - Awalnya dipandang skeptis karena kekhawatiran akan kecurangan, ChatGPT kini sedang dipertimbangkan untuk diintegrasikan ke dalam ruang kelas. OpenAI, sebuah perusahaan yang didukung Microsoft telah menyadari potensi ChatGPT dalam pendidikan dan berupaya memanfaatkan kemampuannya untuk pembelajaran.

ChatGPT yang dikenal menghasilkan respons mirip manusia sebelumnya dipandang sebagai ancaman terhadap integritas akademik. Para guru awalnya khawatir dengan kemungkinan siswa menggunakannya untuk menyontek.

Namun, perspektif tersebut bergeser ketika para pendidik mulai melihat potensi manfaat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan metode pengajaran dan pembelajaran siswa. Hal tersebut salah satunya diyakini ada di dalam ChatGPT.

Dilansir dari SCMP, OpenAI disebut sedang menjajaki cara agar aplikasi ChatGPT yang populer dapat diterapkan di ruang kelas, menurut seorang eksekutif senior. Usulan penggunaan ChatGPT dalam pendidikan membuka banyak kemungkinan. Ini dapat berfungsi sebagai tutor yang dipersonalisasi, menawarkan dukungan yang disesuaikan untuk siswa dengan gaya belajar berbeda.

Chief Operating Officer OpenAI Brad Lightcap mengatakan pada sebuah konferensi di San Francisco bahwa perusahaannya akan membentuk tim untuk mengeksplorasi aplikasi pendidikan dari teknologi tersebut, yang telah mengancam industri, memicu undang-undang baru dan menjadi alat pembelajaran yang populer.

“Sebagian besar guru mencoba mencari cara untuk memasukkan (ChatGPT) ke dalam kurikulum dan cara mereka mengajar. Kami di OpenAI mencoba membantu mereka mengatasi masalah ini dan mungkin tahun depan kami akan membentuk tim dengan tujuan untuk melakukan hal tersebut," kata Lightcap pada Konferensi INSEAD Amerika minggu lalu.

Sementara melansir Gizmochina, bagi guru, ChatGPT bisa menjadi asisten yang membantu. ChatGPT juga dinilai bisa membantu pengembangan kurikulum dan menghadirkan elemen kreatif ke dalam kelas, seperti menghasilkan narasi sejarah atau penjelasan ilmiah lainnya.

Salah satu manfaat utama ChatGPT adalah sifatnya yang tidak menghakimi, mendorong siswa untuk bertanya tanpa takut malu. Fitur ini dapat meningkatkan keterlibatan kelas secara signifikan, terutama bagi siswa yang ragu untuk berpartisipasi dalam lingkungan tradisional.

Namun, integrasi ChatGPT di sekolah bukannya tanpa tantangan. Masalah privasi, terutama bagi anak di bawah umur, memerlukan pertimbangan yang cermat. Dengan beragamnya undang-undang privasi online di seluruh dunia, memastikan penggunaan AI yang aman dan etis dalam pendidikan sangatlah penting.

Inisiatif OpenAI untuk melibatkan para pendidik dan memberi tahu mereka tentang kemampuan ChatGPT dan potensi risikonya merupakan langkah ke arah yang benar. Selain itu, kemitraan dengan organisasi yang berfokus pada pendidikan, seperti Khan Academy dan Schmidt Futures, menunjukkan komitmen OpenAI untuk menjadikan AI sebagai alat pendidikan yang berharga, khususnya di komunitas yang kurang terlayani.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore