Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Februari 2017 | 19.05 WIB

Intelijen Korut Beroperasi di Indonesia dengan Memanfaatkan Restoran, Begini Reaksi DPR

Kim Jong-nam (kiri) dan Kim Jong-un - Image

Kim Jong-nam (kiri) dan Kim Jong-un

JawaPos.com - Komisi I DPR belum mendapatkan informasi adanya agen intelijen Korea Utara yang beroperasi di Indonesia dengan berkedok perusahaan tekstil. Namun, salah satu sumber penegak hukum The Star mengatakan bahwa usaha tekstil itu memanfaatkan lantai dua sebuah restoran Korea Utara di Jakarta.



Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan akan menyampaikan informasi yang ditanyakan JawaPos.com itu ke Badan Intelijen Negara (BIN). "Kami belum mengetahuinya, dan kami akan sampaikan ke BIN mengenai dugaan ini," ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (17/2).



Kata dia, Indonesia memang memiliki hubungan baik dengan Korea Utara. Namun tentu tidak ingin terlibat dalam konflik internal maupun bilateral negara tersebut. "Indonesia selalu mengedepankan dialog agar Korut tidak perlu diisolasi. Tapi Indonesia juga tidak ingin dilibatkan dalam kegiatan spionase lintas negara Korut, ini yang akan kami pastikan," pungkasnya.



Diketahui, Laman The Star Malaysia melaporkan, lembaga intelijen Korut yang dikenal dengan sebutan Reconnaissance General Bureau (RGB) sudah lebih dari dua dekade beroperasi di Malaysia, Singapura dan Indonesia. Sumber di kalangan intelijen menyebut operasi RGB di tiga negara itu merupakan jaringan terbesar di luar Korut. RGB disebut-sebut lebih memilih beroperasi di Malaysia dan Singapura. RGB pula yang mengelola operasi klandestin negeri yang beribu kota di Pyongyang itu.



Untuk menutupi operasi RGB di ketiga negara itu maka mereka biasanya menggunakan agen-agen yang menyamar sebagai insinyur, konsultan teknik konstruksi, hingga membuka restoran Korea. “Mereka menggunakan restoran sebagai front utama untuk melakukan kegiatan intelijen dan pengawasan, menyasar politikus Jepang dan Korea Selatan, diplomat, petinggi perusahaan dan pengusaha,” ujar sumber The Star.



RGB berada di bawah kendali Kementerian Keamanan Negara dan melaporkan hasil kerjanya langsung ke Kim Jong-un. Di Indonesia, agen-agen RGB juga mengoperasikan pabrik-pabrik tekstil termasuk di Jakarta. “Salah satunya terletak di atas sebuah restoran Korea Utara di pusat Jakarta yang menjadi bagian dari kantor RGB di Indonesia,” ujar sumber itu.



Dan untuk membiayai jaringan yang rumit, RGB juga menyelundupkan narkoba. Salah satu yang terungkap adalah penyelundupan 125 kilo heroin ke Australia menggunakan kapal dagang bernama Pong Su pada 2003.



Sumber itu menyebut penyelidikan oleh kepolisian Australia mengungkap bahwa RGB menggunakan Port Klang yang dikenal sebagai pelabuhan laut utama di Selangor, Malaysia sebagai tempat transit narkoba. Narkoba dibedah dan dikemas ulang di Port Klang untuk diselundupkan ke negara lain.



Sumber itu juga menuturkan, RGB pada awal 2000-an menggunakan Malaysia sebagai tujuan untuk mengubah rute pergerakan bahan-bahan kimia berbahaya termasuk untuk membuat gas saraf ke ibu kota Korut, Pyongyang melalui Tiongkok.



Senin (13/2), Kim Jong-nam, kakak satu ibu Kim Jong-un tewas diduga diracun di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Kasus pembunuhan itu begitu mengejutkan dunia. Terlebih masyarakat Indonesia. Pasalnya, salah satu tersangka pembunuhan saudara pemimpin Korea Utara itu adalah seorang WNI bernama Situ Aisyah.



Kini berkembang kabar bahwa Siti Aisyah merupakan agen dari lembaga telik sandi Korea Utara. Dia sengaja direkrut dan diberi misi untuk menghabisi Jong-nam.



Diketahui, Kim Jong-nam seharusnya menjadi pewaris tahta Korea Utara sepeninggalan ayahnya, Kom Jong-il. Sebab, dia anak tertua diktaktor Korea Utara itu.



Sementara, menurut laporan intel Korea Selatan, Kim Jong Un sangat tidak menyukai Kim Jong Nam yang dia anggap berpotensi menggulingkan rezimnya. Karena itu, Kim Jong Nam menghabiskan sebagian besar waktunya di luar negeri.



Pria berusia 46 tahun itu bersembunyi dari sorotan publik selama bertahun-tahun lantaran ayahnya, Kim Jong-Il, tidak menikah secara resmi dengan sang ibu. (dna/JPG)


Editor: Thomas Kukuh
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore