
Sekretaris Menpora Gatot Dewa Broto
JawaPos.com - Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto menyayangkan pengembalian uang sebesar Rp 2 Miliar dari pemuda Muhammadiyah. Pasalnya, dari kacamata Kemenpora, tidak ada satu rupiah pun dari nominal tersebut yang diselewengkan dalam acara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia yang diadakan Kemenpora pada tahun 2017 itu.
Seperti diketahui, Kemenpora telah menerima pengembalian uang dari Pemuda Muhammadiyah dalam bentuk cek sebesar Rp 2 miliar, Rabu (29/11) kemarin. Pengembalian uang dilakukan tidak lama setelah adanya laporan yang masuk ke Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya soal dugaan korupsi pada acara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia.
Meski ada dugaan penyelewengan secara hukum, namun Sekretaris Menpora Gatot Dewa Broto menegaskan bahwa secara administrasi Pemuda Muhammadiyah tidak melanggar apapun.
"Makanya saya sayangkan juga, kenapa Pemuda Muhammadiyah harus kembalikan uang itu. Kan tidak ada yang dilanggar dari aspek-aspek sisi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tapi kalau sisi-sisi kepolisian saya tidak tahu," kata Gatot di Kantor Menpora, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11).
Menurut Gatot, tidak adanya penyelewengan anggaran dalam acara itu sudah dipastikan dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LPH) yang diterbitkan BPK. Laporan itu juga sudah ditandatangani pada Mei 2018 lalu tanpa ada masalah.
"Sejak awal kami luruskan tidak ada penyalahgunaan penggunaan uang. Tidak ada temuan masalah apel dan tidak ada perintah dari BPK yang menyatakan kalau Pemuda Muhammadiyah harus mengembalikan uang itu," kata Gatot.
Lebih lanjut, Gatot pun menyerahkan kelanjutan kasus ini kepada pihak polisi. Gatot pun siap jika polisi kembali harus memanggil pihak Kemenpora untuk diperiksa sebagai saksi.
"Jadi saya anggap masalah itu untuk di adminstrasinya sudah selesai di kami ya. Kalau untuk urusan lain, bukan ranah kami. Jika harus kembali dipanggil menjadi saksi, kami akan menghormati. Karena ada staf kami Abdul Latif pun sudah dimintai keterangan di kepolisian. Latif itu adalah bendaharanya kegiatan," tutup Gatot.
Seperti diberitakan sebelumya, Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia yang diadakan Kemenpora tahun lalu.
Polisi juga sudah memeriksa tiga saksi dalam kasus tersebut, yakni Ahmad Fanani sekalu ketua kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah, Abdul Latif dari Kemenpora, dan Safarudin dari ketua kegiatan dari GP Ansor.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
