BUAH KERJA KERAS: Fahreza Rakha Abhinaya memamerkan penghargaan Best Libero dari ajang Men’s Asian Club Volleyball Championship 2023.
Fahreza Rakha Abhinaya sudah lima tahun berstatus sebagai libero timnas Indonesia. Tiga emas SEA Games pun sudah dia dapat. Namun, selama itu pula atlet asal Lawang, Kab Malang, tersebut belum sekali pun mendapat gelar individu di tanah air.
RIZKA PERDANA PUTRA
REZEKI Fahreza Rakha Abhinaya rupanya tidak hanya berasal dari tanah air. Dia justru mendapat rezeki yang tidak disangka di negeri orang. Atlet kelahiran 6 Desember 1999 itu mendapat gelar individu pertamanya saat tampil membela Jakarta Bhayangkara Presisi di ajang Men’s Asian Club Volleyball Championship 2023 Mei lalu di Bahrain.
Selain mengantarkan timnya finis di posisi runner-up, pemain binaan klub voli Indomaret itu menyabet penghargaan Best Libero. ”Alhamdulillah, itungannya usaha dan capeknya waktu dulu, baru bisa terasa hasilnya sekarang,” kata Rakha ketika ditemui Jawa Pos di Akademi Voli Indomaret Sidoarjo beberapa waktu lalu. ”Hasil dari kerasnya latihan dan kerasnya usaha,” lanjutnya.
Ya, sebelum langganan gabung timnas dan mendapat penghargaan individu di Bahrain, Rakha harus melewati langkah yang tidak mudah. Saat kali pertama menekuni voli, tepatnya saat kelas III SD, dia harus menempuh perjalanan satu setengah jam dari Lawang menuju GOR Ken Arok, Malang. Tujuannya berlatih bersama klub Malang Volleyball Club.
Rakha masih ingat betul, setidaknya selama tiga kali sepekan dirinya diboncengkan sang ayah Suharyono bersama ibu Lilik Nur Ae’ni dan kakak Ryzal Andika Pratama menuju pusat Kota Malang. ”Berangkat naik vespa, boncengan empat, tiap malam. Habis magrib berangkat,” kata Rakha.
Rutinitas itu dijalani sampai bertahun-tahun. Hingga ketika lulus SMP, tepatnya pertengahan 2015, bakat Rakha mulai tercium Indomaret. Hanya setahun berlatih, atlet berpostur 176 cm itu sudah mampu menembus tim utama Indomaret yang bertanding di ajang Livoli.
Kemampuan Rakha semakin terlihat ketika bergabung dengan skuad Jakarta Garuda di Proliga 2018–2019. Penampilan apik di ajang itu akhirnya mengantarkan Rakha menembus skuad timnas Indonesia di SEA Games 2019 Filipina. Saat itu Indonesia berhasil membawa pulang emas untuk kali pertama setelah SEA Games 2009.
Emas itu kemudian masih mampu dipertahankan di SEA Games 2022 Vietnam dan SEA Games 2023 Kamboja. Rakha, yang selalu menjadi bagian timnas di tiga edisi SEA Games tersebut, merasa bersyukur. Terutama atas dukungan orang tua.
”Bantuan dan doa dari orang tua berpengaruh bagi saya sehingga bisa membuat saya seperti sekarang,” kata sosok yang kini juga berstatus sebagai anggota kepolisian itu.
Kini Rakha masih menyimpan mimpi bisa bermain di luar negeri. Sebuah hal yang sangat sulit mengingat tidak banyak klub yang tertarik merekrut pemain berposisi libero. Tapi, sambil menunggu kesempatan, dia ingin terus mempertahankan konsistensi bermain.
”Ingin terus mempertahankan posisi ini (salah satu libero utama klub dan timnas, Red) dan juga dapat penghargaan individu di Indonesia, di Proliga, yang sampai sekarang juga belum dapat. Semoga dapat rezekinya,” ucapnya. (*/c19/ady)

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
